oleh

Rieke Diah Pitaloka: Pak Sutono Jangan Bicara, Cukup Senyum Ya

Bandarlampung (Netizenku): Ada hal menarik saat Sosialisasi Revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) digelar Komisi Nasional ASN (KN ASN) di Aula Yayasan Hakka Metta Sarana, Bandarlampung.

Acara yang menjadikan anggota DPR RI yang sekaligus Pembina KN ASN, Rieke Diah Pitaloka, sebagai pembicara utama itu, turut dihadiri oleh Calon Wakil Gubernur Lampung nomor urut 2, Sutono.

Tak pelak, pada situasi masa kampanye Pilgub seperti sekarang,  kehadiran mantan Sekda Provinsi Lampung ini, jelas mengundang banyak pertanyaan. Hampir dapat dipastikan berbagai spekulasi bakal segera bersliweran. Mulai dari dugaan akan ada mobilisasi massa yang pada acara tersebut mayoritas dihadiri tenaga honorer dan pegawai non PNS, atau malah tudingan telah terjadi pelanggaran kampanye.

Baca Juga  Juni, Herman HN Harapkan Sekolah Kembali Normal

Menyadari potensi masalah tersebut, Rieke segera menegaskan, kehadiran Sutono bukan untuk kampanye melainkan dalam kapasitas sebagai Ketua Himpunan Penyuluh Tani Lampung. Oleh karenanya Rieke tidak memberi \’panggung\’ bagi pasangan calon gubernur Herman Hasanusi ini.

\”Kalau ini ajang kampanye, salah. Sebab, kami pure sosialisasi soal KN ASN. Untuk kehadiran Pak Sutono, beliau kan sebagai Ketua Himpunan Penyuluh Tani. Jadi Pak Sutono diam saja ya, jangan bicara,\” ucap Rieke, saat memberi sambutan, Minggu (25/3).

Sontak, ucapan mantan artis itu, mengundang senyum Sutono serta tawa dari sekitar 300-an peserta. \”Nah, itu lihat sendiri Pak Sutono cuma senyum-senyum saja, tak bicara sepatah pun. Dari tadi saya lihat Pak Sutono memang senyum-senyum saja. Jadi kita minta terus saja Bapak senyum sampai acara kelar. Biar para pengawas pemilu juga tahu, kita di sini bukan untuk kampanye, meskipun semuanya sudah tahu kalau Pak Sutono ini calon wakil gubernur,\” timpal politisi PDIP ini, yang tampaknya instruksinya dipatuhi Sutono.

Baca Juga  DPRD Bandar Lampung Panggil Pengusaha Belum Bayar Pajak, Termasuk Optik Modern

Sedangkan ketika memasuki inti kegiatan dengan agenda memperjuangkan tuntutan pengesahan revisi Undang-Undang ASN, Rieke sempat memberi gambaran penghasilan para tenaga honorer inseminator yang menjadi peserta sosialisasi.

\”Seperti kata kedua bapak tadi, mereka sebagai inseminator tidak digaji secara tetap. Pendapatannya murni dihitung atas dasar berapa banyak sapi yang berhasil mereka buntingin,\” ucap Rieke yang kembali disambut gelak tawa.

Baca Juga  Langgar Prokes Covid-19, Polsek TBS Tetapkan Penyelenggara Balap Merpati Tersangka

Dia pun menegaskan, revisi UU ASN adalah hal yang sangat penting untuk dilaksanakan saat ini. \”Ada ribuan pekerja honorer kita yang sedang menggantungkan nasibnya pada pengesahan revisi UU ASN, karena ketika UU tersebut disahkan, maka kesejahteraan, perekonomian, dan taraf hidup mereka akan lebih terjamin,\” katanya. (Aby-Rio)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *