Rekan Pasien Covid-19 SA, Nilai Banyak Kejanggalan yang Dipaksakan Dinkes Pesawaran

Redaksi

Senin, 11 Mei 2020 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Rekan sesama jamaah tabligh dari SA (54) Warga Desa Bogorejo, Kecamatan Gedongtataan yang saat ini telah dipulangkan dan dinyatakan negatif Covid-19 meminta kepada DPRD untuk memfasilitasi pertemuan dengan jajaran Dinas Kesehatan dan RSUD Pesawaran. Sebab mereka menilai, dalam penanganan SA banyak kejanggalan yang terkesan dipaksakan sehingga berakibat pada dampak sosial yang diterima oleh keluarga dan jamaahnya.

Menurut Safrudin Tanjung, salah satu perwakilan jamaah pihaknya hanya ingin menanyakan kepada jajaran Dinas Kesehatan terkait dasar pemeriksaan rapid tes yang dilakukan oleh petugas medis pada 16 April lalu yang dinilai seperti dipaksakan. Padahal, dikatakanya, bahwa SA telah kembali dari Thailand dengan rute Malaysia dan Batam pada 18 Maret. Selain itu, meskipun tidak memiliki gejala, keesokan harinya pada 19 Maret, SA langsung melaporkan kepulangannya ke Puskesmas Gedongtataan dan langsung disarankan untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

\”Tapi kenapa sudah hampir satu bulan pulang dan ia juga sudah isolasi mandiri, tiba-tiba para petugas medis bersama aparat datang untuk melakukan rapid tes yang hasilnya pada saat itu reaktif sehingga SA dibawa ke RSUD Pesawaran untuk di isolasi. Dan ini yang kami pertanyakan apa dasar tim medis untuk melakukan rapid tes dan menyebut SA masuk dalam custer Malaysia, padahal di Malaysia ia hanya transit. Siapa yang memerintahkan untuk melakukan rapid tes,\” ujarnya, Senin (11/5).

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, dikatakan Tanjung, saat SA dinyatakan positif berdasarkan hasil tes swab kedua dan akan dipindahkan ke rumah sakit di Bandarlampung, juga beredar video SA saat berpelukan dan mencium anaknya sebelum pamit dari rumah sakit dan disaksikan petugas medis tanpa menggunakan APD.

\”Kalau memang dia telah dinyatakan positif, kenapa keluarga dan anaknya diperbolehkan untuk kontak. Padahal seharusnya dilakukan sesuai dengan SOP,\” ucapnya.

Untuk itu, ia bersama jamaah tabligh lainnya meminta kepada pihak terkait agar menyampaikan permohonan maaf secara terbuka untuk membersihkan kembali nama tabligh tersebut terutama SA dan keluarganya, jika ternyata ada kesalahan dalam penanganan SA sejak awal hingga akhirnya dipulangkan kembali.

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

\”Terus terang akibat masalah ini bukan hanya keluarga SA saja yang mendapat perlakukan kurang enak dari masyarakat, tapi beberapa jamaah juga merasakan hal yang sama bahkan berimbas pada penghasilan,\” katanya.

Hal senada ditambahkan Wilson, bahwa ia menduga ada rekayasa dalam proses penanganan SA yang menurutnya tidak sesuai dengan SOP.

\”Atau mungkin ada rencana agar Pesawaran ini mau dibuat menjadi zona merah sehingga bantuan-bantuan dari pusat bisa segera turun,\” timpalnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran, Harun Tri Djoko, memastikan bahwa apa yang terjadi saat ini tidak ada upaya rekayasa dari jajarannya, apalagi untuk menjemput bantuan dari pusat.

\”Kalau awal mula tim medis itu turun dan melakukan rapid tes itu saya yang memerintahkan dan hal itu dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan Kabag ops yang menyebut bahwa ada orang dari India berada di Desa Bogorejo dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa, ternyata tidak ada yang dari India tapi adanya bapak SA ini maka ia yang dilakukan rapid tes dan hasilnya reaktif sehingga dilakukan isolasi di rumah sakit,\” terangnya.

Baca Juga  NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik

Sedangkan terkait video yang beredar saat SA akan dipindahkan ke rumah sakit rujukan di Bandarlampung, Harun mengatakan bahwa pihaknya telah meminta penjelasan dari petugas rumah sakit dan apabila ternyata tidak sesuai dengan SOP maka pihaknya menyatakan siap untuk meminta maaf.

\”Kalau memang itu ada kesalahan di kami, maka kami siap untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya. Apalagi kami inikan orang banyak yang punya tugas dan fungsinya masing-masing,\” ujarnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir, mengatakan pihaknya akan mencoba mencari akar permasalahan tersebut termasuk info-info awal yang menjadi rujukan dilakukannya penanganan terhadap SA.

\”Kalau kita dengar info yang disampaikan oleh Kepala Dinas tadi, sudah jelas salah alamat, karena infonya orang dari India. Tapi kenapa hal ini tetap dilanjutkan. Dan jika memang ada indikasi seperti yang disampaikan dari kawan majelis bahwa ini adalah rekayasa, maka nanti akan ada proses-proses yang akan kami lakukan, apalagi telah menimbulkan dampak sosial dan ekonomi,\” pungkasnya. (Soheh/Len)

Berita Terkait

NasDem Pesawaran Bagikan 22 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik
Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 17:15 WIB

Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat

Jumat, 11 September 2026 - 19:03 WIB

Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan

Jumat, 11 September 2026 - 19:00 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Jumat, 11 September 2026 - 01:50 WIB

APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 11 September 2026 - 01:48 WIB

Gubernur Mirza Dorong KDMP Pangkas Rantai Distribusi Beras di Lampung

Jumat, 11 September 2026 - 01:45 WIB

Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Jumat, 11 September 2026 - 01:43 WIB

Pemprov Lampung Gelar Salat Istisqa di Tengah Kemarau dan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 01:28 WIB

Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:41 WIB