Presiden Dukung Pembangunan Pembatas Permanen Atasi Konflik Gajah di Way Kambas

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 21 Januari 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Republik Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan langsung terhadap pembangunan pembatas permanen sebagai solusi jangka panjang atas konflik gajah yang selama ini kerap terjadi di wilayah penyangga taman nasional.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Presiden memahami secara mendalam dampak sosial, ekonomi, dan psikologis yang dialami masyarakat akibat konflik gajah, mulai dari kerusakan lahan pertanian hingga ancaman keselamatan warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden menunjukkan kepemimpinan langsung dalam menangani konflik satwa di Way Kambas dan berkomitmen mengalokasikan sumber daya negara untuk pembangunan pembatas permanen yang berkelanjutan,” ujar Mirzani, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga  Stok BBM Lampung Aman, Mukhlis Basri Duga Banyak Penyelewengan di Lapangan

Menurutnya, pembatas yang direncanakan tidak bersifat sementara, melainkan dirancang sebagai infrastruktur jangka panjang dengan tetap memperhatikan prinsip ekologis agar keseimbangan ekosistem dan habitat satwa liar tetap terjaga.

“Kebijakan ini bertujuan menciptakan perlindungan yang adil dan seimbang, yakni melindungi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian kawasan konservasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk keseriusan daerah, Pemerintah Provinsi Lampung mengintensifkan upaya mitigasi konflik manusia dan Gajah Sumatera di TNWK. Dalam satu tahun terakhir, Pemprov merencanakan pembangunan tanggul pengaman sepanjang sekitar 11 kilometer di Kecamatan Way Jepara, salah satu wilayah dengan tingkat konflik tertinggi di Provinsi Lampung.

Baca Juga  Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung

Mirzani menambahkan, saat ini pihaknya telah mengajukan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

“Proposal pembangunan tanggul senilai sekitar Rp105 miliar telah disampaikan kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan terus diupayakan agar dapat direalisasikan pada tahun berjalan,” ujarnya.

Pembangunan tanggul tersebut dirancang sebagai barier fisik untuk membatasi pergerakan gajah liar agar tidak keluar dari zona konservasi, sekaligus melindungi habitat satwa dan memberikan rasa aman bagi masyarakat desa penyangga.

Upaya mitigasi dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan tipologi konflik di setiap wilayah, mulai dari konflik ringan hingga berat. Desain penanganan akan menggunakan kombinasi solusi presisi di tiap segmen batas kawasan, termasuk tanggul pengaman, pagar kejut listrik, dan pagar kawat sesuai kebutuhan lapangan.

Baca Juga  Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor serta dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat realisasi program ini, mengingat keterbatasan anggaran dan kebutuhan pembiayaan jangka panjang yang berkelanjutan.

“Dengan terealisasinya infrastruktur mitigasi ini, diharapkan konflik satwa dapat ditekan dan Way Kambas menjadi contoh nasional dalam pengelolaan konflik satwa yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu
Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran
Batin Wulan Promosikan Mocaf dan Ikan Cobia Lampung di Ajang Kuliner Internasional
Rezki Wirmandi: Di Balik Kesibukan Politik, Keluarga Tetap Jadi Rumah untuk Pulang

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:53 WIB

Bupati Riyanto Ajak Sekolah Cegah Perundungan dan Kekerasan terhadap Anak

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:52 WIB

6.149 SKCK Diterbitkan Polres Pringsewu hingga September 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Pringsewu Gelar Gerakan Penetrasi Pasar untuk Kendalikan Harga dan Inflasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:19 WIB

Bupati Pringsewu: Ormas Punya Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Bupati Pringsewu Ajukan R-APBD 2027 Senilai Rp1,138 Triliun

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Siapkan Anggaran Pelaksanaan Putusan MA Terkait SDN Pagar Dewa

Senin, 19 Okt 2026 - 19:11 WIB