PPRL Anggap Reformasi Agraria dan Program Kotaku Hanya Sengsarakan Rakyat

Redaksi

Senin, 24 September 2018 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Puluhan massa yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) lakukan unjuk rasa terkait persoalan agraria dan program Kotaku (kota tanpa kumuh) yang dianggap tidak berpihak kepada petani dan rakyat kecil.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Jarot, perebutan hak atas alat produksi oleh petani, seperti tertuang dalam UUPA, di antaranya membatasi jumlah luas kepemilikan tanah individu, melarang kepemilikan WNA atas agraria Indonesia, dan mengambil alih aset-aset perkebunan dan pertambangan milik asing. Namun di era pasar bebas saat ini, UUPA hanya menjadi kitab peninggalan sejarah bahwa negeri ini pernah mempunyai undang-undang yang pro terhadap rakyat.

Baca Juga  Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan

\”Politik agraria pasca reformasi sampai sekarang, semakin memperkuat dan memperlancar kapitalis-imperialisme melalui program-program liberalisasi di sektor agraria, seperti pembaruan agraria titipan lembaga donor (IMF, World Bank-red) melalui bagi-bagi tanah berbarengan dengan sertifikasi tanah dengan konsep pasar-tanah untuk kebutuhan pasar. Terbukti dengan tercatat nya total 659 konflik agraria pada tahun 2017 menurut data KPA. Serta pengurangan atau beralih nya profesi petani 2 persen tiap tahun nya, dan menurut catatan BPS, jumlah Petani tinggal 39,67 juta orang,\” ujar Jarot saat berorasi di Tugu Adipura, Senin (24/9).

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, reforma agraria pemerintah yang mensaratkan aliberalisasi sungguh sangat menyesatkan, tidak memberikan dampak bagi kesejahteraan rakyat justru sebaliknya memiskinkan dan menyengsarakan massa rakyat secara sistematis dan struktural.

Sementara itu, Kristina Tia Ayu, dalam orasinya menyayangkan Kotaku yang dilakukan dengan dalih untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia, namun yang terjadi justru program tersebut meminggirkan rakyat miskin dari sumber penghidupannya. Fokus pemerintah adalah bagaimana melakukan pengadaan lahan untuk melakukan pembangunan.

\”Ironinya program Kotaku dan pengadaan lahan untuk pembangunan justru semakin memiskinkan rakyat. Seperti halnya yang terjadi pada warga eks Pasar Griya. Penggusuran paksa yang dilakukan dengan dalih pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri, justru menghilangkan tempat tinggal rakyat, menghilangkan sumber penghidupan ekonomi rakyat serta mengancam anak-anak didik putus sekolah,\” tegasnya.

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

Diketahui, PPRL menuntut pemerintah untuk menghentikan monopoli lahan, kriminalisasi petani, menolak reforma agraria yang dianggap palsu, juga menolak pembangunan yang meminggirkan HAM. Tak hanya itu, PPRL juga meminta agar pemerintah menghentikan eksploitasi alam, menolak kebijakan Kotaku yang dianghap menghilangkan hak rakyat, menolak IMF-World Bank, serta meminta pemerintah melawan sistem pasar bebas.(Agis)

Berita Terkait

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Pringsewu Ajak Perkuat Patriotisme, Perjuangan, dan Kepedulian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Polsek Gadingrejo Bersama TNI dan Satpol PP Kawal Pilkakon di Enam Pekon

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027, Siap Ramaikan PWI Running

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Dihadiri Menteri Pertanian, Pesta Rakyat Petani 2026 Dipusatkan di Pringsewu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sahkan Empat Perda, Atur Aset hingga Pesantren

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Polisi Gerebek Enam Lokasi di Margakaya Pringsewu, Dua Pria Diamankan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Lantik Delapan Pejabat, Bupati Pringsewu Ingatkan Pentingnya Kerja Nyata

Berita Terbaru

Lampung

Sahdana Ajak Masyarakat Perkuat Kamtibmas di Lampung

Kamis, 29 Okt 2026 - 14:01 WIB

Lampung

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:02 WIB