Perempuan Sebay Lampung Kecam Aksi Polri di Wadas

Redaksi

Rabu, 9 Februari 2022 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Solidaritas Perempuan Sebay Lampung mengecam kekerasan dan perampasan sumber kehidupan perempuan di Desa Wadas, Purworejo, Selasa (8/2).

Perjuangan warga Wadas mempertahankan sumber hidup dan kehidupannya direspon dengan kekerasan oleh negara.

Pengerahan ribuan personel Polri dan kriminalisasi yang dialami warga menjadi teror yang dilakukan negara terhadap warganya di Purworejo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak Selasa (8/2) kemarin hingga hari ini, ribuan polisi masuk ke Desa Wadas dengan senjata lengkap. Kehadiran mereka menimbulkan guncangan dan trauma bagi warga, terlebih dengan penangkapan setidaknya 60 warga dan pendamping.

Perempuan Sebay Lampung dalam keterangannya, Rabu (9/2), menuturkan tiga orang di antaranya adalah perempuan.

Polisi menurunkan banner protes penolakan tambang batu andesit yang menjadi ekspresi perlawanan warga.

Baca Juga  DPRD Lampung Desak Pertamina Benahi Distribusi Solar

Mereka juga sempat mengambil paksa alat pertanian dan pisau-pisau yang biasa digunakan untuk menganyam besek.

“Hingga hari ini kami terus melakukan koordinasi dengan teman-teman yang ada di lokasi, dalam hal ini Solidaritas Perempuan Kinasih Jogjakarta, informasi yang kami dapatkan masyarakat tidak berani keluar rumah, mengambil video, maupun gambar karena diawasi oleh polisi dengan ketat hingga malam tadi,” kata Armayanti Sanusi selaku Ketua Solidaritas Perempuan Sebay Lampung.

Solidaritas Perempuan Sebay Lampung mendukung perjuangan masyarakat dan perempuan di Desa Wadas yang sampai hari ini masih terus berjuang untuk menyelamatkan ruang hidup dan sumber penghidupan.

Perempuan Wadas menolak keras penambangan di desanya untuk Bendungan Bener sejak tahun 2015.

Baca Juga  Edy Irawan Resmi Kembalikan Berkas, Bidik Kembali Kursi Ketua Demokrat Lampung

Bagi mereka, tanah adalah ibu, darah daging mereka, sumber kebahagiaan, sumber keselamatan dan sumber kebijaksanaan hidup. Maka, proyek penambangan batuan andesit dan Bendungan Bener akan menjadi petaka.

Menganyam besek menjadi simbol perlawanan perempuan yang bertekad mempertahankan vegetasi bambu yang terancam proyek penambangan.

Menganyam juga mencerminkan tradisi yang dijaga oleh perempuan Wadas dalam merajut kebersamaan dan perjuangan merawat alam, termasuk menjaga ketersediaan air.

“Kehadiran aparat hari ini di bumi Wadas menunjukkan bahwa negara tidak hadir untuk pemenuhan hak dan kesejahteraan warganya, melainkan untuk merampas kehidupan warga,” ujar Armayanti.

Tindakan represif dan kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap rakyat dalam mempertahankan ruang penghidupannya sangat mungkin akan terus terjadi di wilayah lain termasuk Lampung.

Baca Juga  Sekber MBG Lampung Apresiasi Sorotan Wagub Jihan Terhadap SPPG Tak Berkomitmen Moral

Hal ini mengingat program starategis nasional masih gencar dilakukan oleh pemerintah.

“Sehingga saya rasa kita harus memperkuat konsolidasi gerakan rakyat untuk memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan rakyat atas penghidupannya,” kata dia.

Untuk itu, Perempuan Sebay Lampung mendesak agar :

1. Hentikan intimidasi dan kekerasan di Desa Wadas dan kembalikan barang milik warga yang dirampas paksa oleh Polri.

2. Tarik mundur pasukan Polri dari Desa Wadas.

3. Bebaskan warga dan pendamping yang ditangkap paksa oleh Polsek Bener.

4. Hentikan pengukuran tanah yang dilakukan oleh Tim Pengukur dari Kantor Pertanahan Purworejo dan rencana pertambangan di Desa Wadas, Bener, Purworejo.

5. Pemulihan trauma warga, terutama perempuan dan anak-anak. (Josua)

Berita Terkait

Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman
Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB
Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko
Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau
Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam
Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM
Komisi IV DPRD Lampung Minta Tarif Tol BTB Dievaluasi

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:07 WIB

Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Senin, 6 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi IV DPRD Lampung Minta Tarif Tol BTB Dievaluasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:00 WIB

DPRD Lampung Panggil Pengelola Bahas Kenaikan Tarif Tol

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 163 | Rabu, 8 Juli 2026

Rabu, 8 Jul 2026 - 01:36 WIB

Lampung

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:07 WIB