oleh

Pengadaan Website Desa di Lamtim, Disoal (lagi)

Lampung Timur (Netizenku.com): Untuk ketiga kalinya, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TEGAR Lampung Timur melaporkan kegiatan pengadaan Website Desa yang ada di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2016 ke Kejati Lampung, Selasa (15/5).

Ketua LSM TEGAR Lamtim, Azhari Nisar mengatakan, sudah setahun lebih pihaknya melaporkan kegiatan pengadaan Website Desa yang ada di Kabupaten Lampung Timur pada tahun 2016 ke Kejati Lampung. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan yang diperoleh terkait perkembangan laporan tersebut.

\”Maka pada hari ini, kami datang ke Kejati Lampung untuk mempertanyakan sejauh mana proses penanganan laporan terkait pengadaan Website Desa yang kami laporkan tersebut. Selain ingin mengetahui perkembangannya, kami juga hari ini kembali memasukkan laporan baru terkait Website tersebut,\” ungkapnya.

Baca Juga  Lamtim Raih Opini WDP (Bukan WTP)

Pihaknya juga menduga banyak persoalan terkait pengadaan wabsite desa yang menelan anggaran Rp12 juta/desa yang sumber dananya dari Gerbang Indah (GI) yang didapat pada tahun 2016 lalu.

\”Di mana pada tahun 2016 lalu, 264 desa yang ada di Lamtim mendapatkan dana Gerbang Indah sebesar Rp 50 juta per desa melalui APBD Lampung Timur. Dari jumlah dana tersebut, digunakan untuk pengadaan website desa sebesar 12 juta/ desa melalui pihak ketiga. Dari segi harga dan rincian pengadaan website tersebut, kami menduga banyak kejanggalan. Kemudian, domain yang digunakan adalah domain yg bersifat komersil (com),\” jelasnya.

Baca Juga  Pasangan DaDi Akan Prioritaskan Pertanian Lamtim

Padahal, kata dia, sesuai dengan peraturan menteri Komunikasi dan Informatika, nama domain seluruh situs web resmi pemerintah pusat dan daerah di kelola oleh menteri Kominfo melalui pengelola nama domain go.id.

\”Terlebih lagi pengadaan website ini sendiri tanpa surat perjanjian kerjasama (kontrak) yang mengikat antara pihak pemerintah/desa dengan pihak ketiga yaitu CV. VEMOBO CITRA ANGKASA,\” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Kejati Lampung dapat secepatnya memproses kasus ini. \”Sebenarnya laporan yang telah kami sampaikan dulu sudah sempat di proses. Menurut informasi yang kami dapat, laporan ini sempat diproses dan telah memanggil pihak-pihak yang terkait. Namun entah apa sebabnya, sudah berapa lama ini proses tersebut terhenti.
Kami berkeyakinan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan website ini ada yang tidak sesuai dalam pelaksanaannya. Untuk itu kami dari LSM TEGAR berharap agar Kejati Lampung untuk dapat lebih serius dalam menangani dugaan kasus yang sudah setahun lamanya kami laporkan,\” ungkapnya. (Nainggolan)

Baca Juga  Format Astim Demo Bansos 2018 Lamtim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *