Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengambil langkah tegas untuk melindungi kesehatan masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Seluruh produk pangan dengan kemasan rusak yang ditemukan di pasar harus segera ditarik dari peredaran.
Lampung (Netizenku.com): Instruksi ini keluar saat Jihan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Bandar Lampung. Ia menekankan bahwa kemasan yang tidak utuh sangat berbahaya karena rentan terkontaminasi bakteri.
Pelaku Usaha Wajib Prioritaskan Keselamatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pantauan lapangan tersebut, tim gabungan masih menemukan produk industri rumah tangga yang belum mengantongi izin PIRT. Jihan meminta para pedagang dan pelaku usaha lebih teliti sebelum memajang barang dagangan mereka.
“Dalam sidak kami menemukan beberapa produk dengan kemasan rusak dan ini sama sekali tidak boleh dijual. Kami meminta pelaku usaha lebih teliti dan memprioritaskan keselamatan warga,” ujar Jihan Nurlela di Bandar Lampung, Sabtu (7 Maret 2026).
Ia juga menambahkan bahwa produk tanpa izin edar resmi harus segera diproses perizinannya sesuai prosedur. Hal ini penting agar konsumen di Lampung mendapatkan jaminan kualitas pada setiap produk yang mereka beli.
Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Lampung, Elvira Umihanni, menjelaskan bahwa pengawasan kini melibatkan mobil laboratorium Badan Pangan Nasional. Tim ahli memeriksa kandungan formalin hingga residu pestisida pada bawang dan ikan asin.
“Sejauh ini hasil pengujian masih berada di bawah ketetapan ambang batas. Artinya, tidak ada temuan produk pangan yang membahayakan masyarakat di lokasi-lokasi yang kami pantau,” kata Elvira Umihanni.
Pemerintah mengimbau warga untuk selalu menerapkan budaya “Cek KLIK”—periksa Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Ketelitian konsumen menjadi kunci utama agar momen hari raya tetap sehat dan aman bagi keluarga.
Meskipun ada temuan kemasan rusak, kabar baik datang dari sisi ketersediaan barang. Hingga pekan ketiga Ramadan 2026, harga bahan pokok seperti beras, cabai, dan minyak goreng terpantau relatif stabil di wilayah Lampung.(*)








