Pemprov Kembangkan Rumput Asli Lampung

Luki Pratama

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lili Mawarti. Foto: Arsip Luki.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Lili Mawarti. Foto: Arsip Luki.

Bandarlampung (Netizenku.com): Keterbatasan lahan dan musim kekeringan yang sering melanda Lampung menjadi tantangan bagi para peternak.

Untuk menjawab kesulitan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan), Lili Mawarti, menghadirkan inovasi pakan ternak yang tidak terpengaruh cuaca, yaitu rumput pakchong tansa.

Tak tanggung, lahan seluas 8 hektar yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Sari Natar tepatnya di desa korporasi sapi ia “sulap” menjadi tempat untuk mengembangkan rumput pakchong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia pun turut menggandeng Ikatan Sarjana Pertanian Indonesia (ISPI) dan Tim Ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mendampingi proses pengembangan rumput variates baru.

Baca Juga  Gubernur Mirzani Gandeng PTS Tingkatkan SDM Lampung

“Rumput yang di kembangkan bernama Rumput pakchong tansa. Itu yang mengelola lahan dari KPT Maju Sejahtera,” ujarnya kepada wartawan Netizenku.com, Kamis (22/2).

Menurut uraiannya, rumput pakcong merupakan hasil persilangan antara rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) dengan Pearl millet (Pennisetum glaucum).

Selain itu rumput pakchong tansa memiliki beberapa keunggulan antara lain tahan terhadap panas dan toleransi terhadap naungan ringan tinggi, memiliki bulu yg sangat sedikit, kadar gula yg tinggi dan batang yang lebih empuk sehingga disukai ternak. Serta tahan terhadap penyakit,

Baca Juga  Lampung Perkuat Sinergi Tingkatkan Keaktifan Peserta JKN

“Sekali ditanam bisa dipanen setiap 3 bulan sekali dengan potensi maksimal mencapai 6p hingga 80 ton/ha, rumput pakchong tansa memiliki ciri khas dengan tinggi tanaman mencapai 3 meter dan tidak memiliki bunga. Tansa itu nama dari desa tempat pengembangan artinya Tanjung sari,” urai dia.

Pihaknya juga telah mengusulkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTP) untuk menjadi salah satu varietas rumput asli Lampung bernama rumput pakchong varietas tansa.

Baca Juga  Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Syukurnya, lanjut dia, rumput asli Lampung itu telah terdaftar di PPVTP. Saat ini masih dalam proses pelepasan variates oleh Tim Pemulia, Tim Peneliti, dan Direktorat Pakan Ditjen PKH Kementan.

“Jadi kalau sudah ngomong rumput tansa, itu artinya rumput asli Lampung,” lanjutnya.
Dengan menjadi rumput asli Lampung, terang dia, bisa jadi menanam rumput pakcong lebih ekonomis dan menghasilkan. Petani dapat tertarik untuk memproduksi rumput jenis itu.

“Kedepannya rumput pakchong tansa ini akan diperjualbelikan melalui e-katalog oleh petani,” tutupnya. (Luki) 

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen
Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung
Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman
Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB
Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko
Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau
Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:55 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:47 WIB

Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar Kendalikan Inflasi

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:16 WIB

Bandarlampung

Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa Tak Lolos PPDB

Kamis, 9 Jul 2026 - 00:05 WIB