Pembelian Minyak Goreng Jangan Pakai Data Kependudukan

Redaksi

Selasa, 22 Februari 2022 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketersediaan minyak goreng di tengah masyarakat yang begitu langka, membuat masyarakat mencari cara untuk mendapatkan salah satu kebutuhan pokok tersebut. Meskipun mahal, warga ada yang rela antre bahkan memberikan data kependudukan sebagai syarat mendapatkan minyak goreng dengan harga murah.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Lampung mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyerahkan data kependudukan kepada pihak penjual

“Jika dalam keperluan administrasi yang bersifat legal masih sah,” kata Kepala Disdukcapil Lampung, Ahmad Saefullah saat dihubungi pada Selasa (22/2).

Baca Juga  HUT Bandar Lampung ke-344, Budiman As Minta Drainase dan Wisata Jadi Prioritas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, lanjut dia, jika untuk sekadar membeli minyak goreng, masyarakat jangan sampai menyerahkan data kependudukan. Sebab, hal itu bisa merugikan diri sendiri.

“Untuk membeli minyak bisa sebatas menunjukkan saja, bukan diberikan karena data kependudukan itu sifatnya rahasia,” pungkasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus berupaya mencari solusi atas kelangkaan minyak. Sementara, saat ini pihak pemprov baru berupaya dengan menggelar pasar murah minyak goreng dengan harga standar.

Baca Juga  Massa AMAL MBG Gelar Aksi di Tugu Adipura, Desak Program MBG Tetap Dilanjutkan

Hal tersebut juga diikuti oleh pemerintah daerah di 15 kabupaten/kota di Lampung. Namun, upaya tersebut masih belum memenuhi kebutuhan minyak bagi masyarakat di Lampung.

Salah seorang pedagang di Bandarlampung, Ruhiat (37), mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng di Lapangan. Menurut dia, seandainya mahal ia tetap akan tetap beli, namun saat ini barang tersebut dinilai langka.

Baca Juga  Ketua MPR Ahmad Muzani Nikmati Pindang Salmon Khas Lampung

“Kemarin-kemarin meski agak mahal tetap saya beli, ya namanya dagang gorengan begini. Kalau berhenti jualan, malah lebih susah. Nah sekarang udah mahal, barangnya juga susah. Kadang saya antre dari pagi. Pernah juga waktu itu sudah antre lama tidak dapat,” pungkasnya.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan upaya dalam mengatasi kelangkaan dan juga menindak tegas apabila ada oknum yang ketahuan melakukan penimbunan.(Agis)

 

Berita Terkait

Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman
Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB
Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko
Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau
Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam
Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM
Komisi IV DPRD Lampung Minta Tarif Tol BTB Dievaluasi

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:07 WIB

Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Senin, 6 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi IV DPRD Lampung Minta Tarif Tol BTB Dievaluasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:00 WIB

DPRD Lampung Panggil Pengelola Bahas Kenaikan Tarif Tol

Berita Terbaru

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 163 | Rabu, 8 Juli 2026

Rabu, 8 Jul 2026 - 01:36 WIB

Lampung

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:07 WIB