Momen MayDay, Seribuan Buruh Lampung Tolak Upah Murah dan Lawan Penindasan

Redaksi

Selasa, 1 Mei 2018 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Seribuan masa yang tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) menggelar aksi peringatan Hari Buruh 1 Mei yang dipusatkan di Tugu Adipura.

Masa yang terdiri dari FSBKU-KSN, FSP2KI-KPBI, FSBMM, KPR, LMND, FMN, SERUNI, SP SEBAY, SPRI, LBH Bandarlampung, SBMI, KPOP, SPI, AGRA dan BEM Unila ini sebelumnya menggelar long march dari Ramayana Raden Intan hingga Tugu Adipura.

Dalam aksinya, mereka menuntut untuk mencabut PP. 78/2015 tentang pengupahan, menolak revisi UU No. 23 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, hapus sistem kerja kontrak, outsorching, magang dan sistem kerja sukarela.

\”Kami juga menuntut untuk memcabut seluruh regulasi yang merampas hak demokratis rakyat (UU ormas, RKUHP), dan hentikan segala bentuk represifitas, kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat,\” tegas Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Lampung, Badri, Selasa (1/5) pagi.

Selain itu, pihaknya juga menolak tuntutan hukum gantung bagi Daryati, buruh migran Indonesia asal Lampung, serta memberikan jaminan perlindungan bagi buruh migrasi. \”Kami juga menuntut untuk menghentikan monopoli lahan yang dilakukan oleh korporasi skala besar, menolak reforma agraria palsu Jokowi-JK dan wujudkan reforma agraria sejati,\” ucapnya.

Baca Juga  Sah! PAD Bandarlampung di APBD-P 2020 Bertambah Rp23 Miliar

Senada, Ketua FSBKU-KSN Lampung, Sepriyadi, menegaskan, pihaknya menuntut kepada pemerintah untuk memberikan sosial transformatif, dan menolak pengurangan subsidi dasar rakyat, turunkan pajak dan harga kebutuhan pokok. \”Kami juga menuntut untuk melawan politisasi SARA, dan cabut Perpres 20 tajun 2018 tentang penggunaan TKA, menyerukan persatuan kelas pekerja dan solidaritas internasional, serta berikan jaminan lapangan pekerjaan bagi buruh,\” tandasnya.

Baca Juga  Distribusi Kedelai Masih Lancar Tapi Gula Mulai Tersendat

Seperti diketahui, Hari Buruh se-Dunia atau yang lebih dikenal dengan MayDay merupakam satu peristiwa bersejarah dal tradisi berjuang yang sengit terhadap kelas penghisap dan penindas. Perjuangan tanpa kenal menyerah yang dilakukan jutaan kelas buruh saat itu, telah memberikan inspirasi yang tiada terkira. (Rio)

Berita Terkait

KPU Lampung Angkat Bicara Soal Polemik Maskot Kera Berkain Tapis
Kemen PPPA, Aisyiyah dan YAICI Cegah Konsumsi Kental Manis Hindari Stunting
Bandarlampung Ajukan Kenaikan Tukin ASN
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi Maju Pilwakot
Lecehkan Adat Lampung, Ketua KPU Balam Ditarget Bui
Smart Home Powered by PLN Siap Sambut Pengunjung PRL
Kolaborasi Kejar Mimpi Goes to Pulau Pasaran-Busa Pustaka Berjalan Sukses
46 Kasus di Balam, Dinkes Minta Masyarakat Kenali Gejala Flu Singapura

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:55 WIB

Miris, PT AUTJ Tak Sumbang Dividen ke Pemkab Tanggamus Sejak 2005

Kamis, 2 Mei 2024 - 22:55 WIB

Pj Bupati Tanggamus Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Kamis, 2 Mei 2024 - 22:50 WIB

Mulyadi Irsan Serahkan SK Pengangkatan PPPK di Tanggamus

Kamis, 2 Mei 2024 - 10:10 WIB

Hardasyah: Media Bagian dari Deteksi Awal Persoalan di Masyarakat Terutama Stunting

Rabu, 1 Mei 2024 - 18:13 WIB

DPC PDI Perjuangan Tanggamus Tutup Pendaftaran Balonbup-Balonwabup

Rabu, 1 Mei 2024 - 15:18 WIB

Dorong Penguatan UMKM, RKDD Pekon Kampungbaru Gelar Pelatihan Digital Marketing

Selasa, 30 April 2024 - 23:30 WIB

Heri Agus Ambil Formulir Cabup di PDIP Tanggamus

Senin, 29 April 2024 - 19:29 WIB

DPD PAN Tanggamus Buka Pendaftaran Balon Bupati-Wakil Bupati Pilkada 2024

Berita Terbaru

Pesawaran

33 Personel Polres Pesawaran Amankan Waisak di 10 Vihara

Kamis, 23 Mei 2024 - 10:18 WIB

Pesawaran

Satres Narkoba Polres Pesawaran Tangkap Dua Pengedar Sabu

Kamis, 23 Mei 2024 - 10:01 WIB