Mendagri Ingatkan 3 Sektor Rawan Korupsi pada Pejabat Lampung

Redaksi

Rabu, 11 April 2018 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku): Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo mengingatkan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah Daerah (Pemda) ditingkat kabupaten/kota agar serius memperhatikan 3 sektor yang rawan indikasi korupsi.

Menurut Tjahjo, 3 sektor yang rawan indikasi korupsi tersebut adalah sektor infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan penandatanganan pakta integritas komitmen rencana aksi pemberantasan korupsi di Balai Keratun, Lantai III, Rabu (11/4).

Baca Juga  APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan

“Pejabat daerah ditingkatan provinsi dan kabupaten/kota harus berhati-hati dan lebih serius memperhatikan pengelolaan anggaran di 3 sektor ini. Dunia akhirat tanggung jawabnya,” tegas Tjahjo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menyarankan pemerintah agar tidak malu untuk memaksimalkan dan mengimplementasikan e-Planning dan e-Budgeting. \”Nanti dokumen perencanaan akan tepat pada target sasaran. Contohlah daerah lain yang sudah menerapkan sistem ini,\” tukasnya.

Baca Juga  Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Tjahjo mengharapkan, semua pihak memahami area-area rawan korupsi lainnya, seperti perencanaan anggaran, hibah dan bantuan sosial (bansos), retribusi pajak, hingga mekanisme pengadaan barang dan jasa.

\”Dari data yang ada, 357 pejabat negara tertangkap KPK karena terindikasi terlibat korupsi. 98 diantaranya adalah kepala daerah. Jadi jangan malu, sabar, dan patuh dalam bekerja,\” tegasnya.

Baca Juga  Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau

Dalam kesempatan itu, Mendagri mengungkapkan, korupsi bisa datang dari arah mana saja. \”Misalkan teman saya di Lampung ada yang ingin mengurus administrasi ke Kemendagri, kemudian bawa oleh-oleh pisang dalam kotak yang dibawahnya ada amplop. Semua itu bisa saja terjadi dan jangan coba-coba, karena KPK akan mengetahui semua itu,\” tandasnya. (Aby)

Berita Terkait

Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Gerak Jalan Beregu Pramuka Bandar Lampung Dorong Semangat Kebersamaan
APBD Perubahan Bandar Lampung Disepakati, Pemkot Kejar Realisasi Program dalam Tiga Bulan
Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kemarau
PPM Bandarlampung Gandeng Kodim 0410/KBL Gelar LKBB Tingkat SMP
Bunda Eva Siapkan 5 Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan, Tahun Depan Tambah 50 Titik
LVRI, PIVERI, dan PPM Bandar Lampung Gelar Gathering, Rawat Semangat Perjuangan Antargenerasi
HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Lampung dan BNPT Luncurkan Film Edukasi Pencegahan Radikalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Pemprov Lampung Serukan Semangat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Marindo Tekankan Pentingnya Akuntabilitas di Lingkungan Pemprov Lampung

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Pemprov Lampung Raih Mandaya Award 2026 Kategori Penurunan Kemiskinan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Berita Terbaru

Lampung

Mikdar Ilyas Desak Penertiban Pengerukan Bukit Tanpa Izin

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:02 WIB