Luput dari Perhatian Pemerintah, SDN 18 Way Ratai Memprihatinkan

Leni Marlina

Jumat, 2 Agustus 2024 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ist/Facebook Gaoutama/ NK

Ist/Facebook Gaoutama/ NK

Pesawaran (Netizenku.com): Meskipun sudah kerap kali diusulkan untuk rehab dan pembangunan, namun tetap luput dari perhatian pemerintah, karena terkendala status lahan masuk di wilayah register. Sekolah Dasar Negeri 18 Way Ratai, Kabupaten Pesawaran Lampung, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Nampak bangunan yang terbuat dari papan ini banyak yang sudah rusak. Sontak hal ini menjadi perhatian para penggiat media sosial (Netizen), mereka kompak beramai-ramai menyerukan yok ramein open donasi buat pembangun SDN 18 Way Ratai.

Seperti yang diposting oleh akun Facebook milik Gaoetama Gandhi belum lama ini, dia menyerukan inilah sekolah kami tempat belajar kami tapi sangat memprihatinkan keadaannya, semoga ada pihak yang peduli untuk memperbaikinya,” tulis Gaoetama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia pun mengajak kepada semua pihak untuk bisa sama-sama open donasi untuk pembangunan Sekolah Dasar 18 Wayratai yang saat ini sangat memprihatinkan .

“Siapa tahu saja kalau rame-reme yang posting ini bisa cepat ditanggapi, jangan kebanyakan tahi gigi dan alasan nggak dibangun karena regulasi inilah, itulah, banyak omong, yuk ramein,” ajak Gaoetama.

Dia pun mengucapkan terimakasih, apa bila ada para dermawan yang tersentuh hatinya bisa sedikit menyisihkan rezekinya guna membantu memperbaiki sekolah yang sudah tak layak tersebut.

“Kami ucapkan terimakasih kepada orang-orang yang dermawan semoga Allah menggantinya,” ucapnya.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun media ini SDN 18 Wayratai ini sudah berdiri sejak 40 tahun lalu, didapati kondisi sekolah dengan 6 rombongan belajar (Rombel) tersebut harus belajar dengan lantai beralaskan tanah, berdindingkan papan dan bangku serta meja sekolah yang seadanya. Ditambah kondisi atap sekolah yang sewaktu-waktu dapat ambruk, dengan plafon yang sudah pada ambrol, baik di dalam ruang kelas mau pun teras.

Bahkan, papan tulis dengan potongan triplek plafon dengan ukuran sekitar 1×1 meter yang digunakan guru maupun murid untuk menulis turut menghiasi ruang kelas. Sehingga kondisi sekolah tersebut sangat jauh dari kata layak.(Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Diklat Paskibraka Pringsewu 2026 Resmi Ditutup

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ombudsman Nilai Pelayanan RSUD Pringsewu

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:11 WIB

HUT Ke-81 RI, Pemkab Pringsewu Gelar Upacara dan Serahkan Bantuan Bedah Rumah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Curanmor Mengintai Dini Hari, Polres Pringsewu Intensifkan Patroli

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Setahun Buron Kasus Curanmor, Andi Lau Akhirnya Ditangkap Polisi di Tanggamus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Bupati Pringsewu Hadiri Paripurna Istimewa DPRD, Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Motor Petani Dicuri Saat Panen Kelapa, Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:45 WIB

Pemkab dan DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Dukung Pemanfaatan IKD

Jumat, 21 Agu 2026 - 21:30 WIB