Kasus Smep Dibiarkan, Kisruh Wayhalim Dilupakan

Redaksi

Senin, 7 Mei 2018 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan keterangan pedagang Pasar Wayhalim, ada sebagian kios yang hingga kini belum beroperasi. Hal itu menjadi tanda tanya untuk pedagang yang kemarin sempat marah lantaran tidak mendapatkan kios.

Berdasarkan keterangan pedagang Pasar Wayhalim, ada sebagian kios yang hingga kini belum beroperasi. Hal itu menjadi tanda tanya untuk pedagang yang kemarin sempat marah lantaran tidak mendapatkan kios.

Bandarlampung (Netizenku.com): Pedagang di 2 pasar kembali mengeluh menjelang bulan ramadhan. Sebagian pedagang yang berjualan di Pasar Smep dan Wayhalim, menilai bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung hanya diam terkait permasalahan dari kedua pasar tersebut.

Kepada Netizenku.com, Lusi salah seorang pedagang di Pasar Smep, menceritakan bahwa Pemkot hanya diam dan tidak melakukan tindakan apa-apa. Padahal beberapa waktu lalu, Plt Walikota Bandarlampung, M Yusuf Kohar telah melakukan sidak ke pasar yang pembangunannya tengah mangkrak selama bertahun-tahun itu.

Baca Juga  35 KUBE Dapat Bantuan Dana dari Pemprov

\”Anteng-anteng aja tuh. Bisanya cuma janji doang. Pemkot dari dulu memang tidak pernah melakukan tindakan apa-apa,\” ujar Lusi saat dihubungi pada Senin (7/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Reza, pedagang Tapis di Smep yang mengaku telah mengeluarkan ratusan juta rupiah kepada pengembang yang kini tengah ditahan di Mapolresta Bandarlampung, juga menyatakan kekecewaannya.

\”Ratusan juta saya sudah keluar, kami yang sudah mengeluarkan uang jangan dibiarkan begini-begini saja dong. Tolonglah berikan solusi bagi kami,\” singkat dia.

Baca Juga  Kepala Satgas Covid-19 Bandarlampung Wanti-Wanti Kartu Vaksin Palsu

Terpisah, salah seorang pedagang di Pasar Wayhalim berinisial ID, mengaku kecewa lantaran masalah pembagian kios dan hamparan di pasar tersebut seolah-olah dilupakan. Dirinya pun terkadang heran dengan sebagian kios yang hingga kini masih belum beroperasi.

\”Masalah disini seperti dilupakan Mas. Saat tempat penampungan sementara (TPS) kemarin terbakar, tidak ada sama sekali bantuan untuk pedagang. Sekarang aja ada beberapa kios yang masih belum ada penghuninya, padahal ada 15an orang yang belum dapat kios, malah orang-orang baru yang dapat kios,\” pungkasnya.

Baca Juga  Awal September, KA Kuala Stabas Lintas Tanjungkarang-Baturaja Uji Operasi

Berdasarkan keterangan pedagang Pasar Wayhalim, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wayhalim, Parlindungan Pane sudah tidak pernah terlihat di kantor. Pedagang pun menduga hal tersebut dilakukan guna menghilangkan jejak kasus yang sempat membuat puluhan pedagang di pasar tersebut marah.(Agis)

Berita Terkait

Perilaku Konsumen Dinilai Jadi Faktor Munculnya Parkir Liar
Polemik Maskot Kera, Raja Sekala Brak Kepaksian Belunguh: Siapa yang berjuang, Orang Lain yang Jadi Pahlawan
Undang Kelompok Adat Berbeda, KPU Balam Dinilai Memecah Masyarakat
KPU Lampung Angkat Bicara Soal Polemik Maskot Kera Berkain Tapis
Kemen PPPA, Aisyiyah dan YAICI Cegah Konsumsi Kental Manis Hindari Stunting
Bandarlampung Ajukan Kenaikan Tukin ASN
Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi Maju Pilwakot
Lecehkan Adat Lampung, Ketua KPU Balam Ditarget Bui

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 19:42 WIB

Viral Warga Tubaba Sindir Jalan Rusak dengan Camping, BMBK Kucurkan 5,1 M

Senin, 27 Mei 2024 - 11:18 WIB

FGD AMSI Perkuat Literasi Digital di Lampung

Minggu, 26 Mei 2024 - 21:03 WIB

DBD Meroket, Ombudsman Lampung Minta Dinkes tak Salahkan Perilaku Masyarakat

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:18 WIB

Hadapi WSL, Pemprov Ajukan Penerbangan Ekstra ke Krui

Minggu, 26 Mei 2024 - 16:00 WIB

Dinkes Anggap Kesadaran Masyarakat Picu Meroketnya Kasus DBD

Sabtu, 25 Mei 2024 - 22:20 WIB

Polemik Maskot Kera, Raja Sekala Brak Kepaksian Belunguh: Siapa yang berjuang, Orang Lain yang Jadi Pahlawan

Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:41 WIB

Undang Kelompok Adat Berbeda, KPU Balam Dinilai Memecah Masyarakat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 16:32 WIB

HKTI Deklarasikan Dukungan untuk RMD

Berita Terbaru

Pesawaran

Gubernur Lampung Hadiri Pengajian Akbar Al-Hidayah di Kedondong

Senin, 27 Mei 2024 - 18:33 WIB