BERBAGI
Itera Anugerahkan Penghargaan pada Tokoh Lampung & Nasional
Wali Kota Bandar Lampung Drs H Herman HN MM menerima penghargaan Itera Adi Karsa Madya dari Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof Ir Ofyar Z Tamin MSc PhD secara daring memperingati Dies Natalis Ke-6 Tahun 2020, Selasa (6/10). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Pada Sidang Dies Natalis Ke-6 Tahun 2020, Itera memberikan penghargaan kepada para tokoh, baik lokal ataupun nasional, yang dinilai berkontribusi besar dalam percepatan pembangunan Itera dan dalam bidang pencegahan penanganan Covid-19 di Itera.

Penghargaan kepada para tokoh Lampung dan nasional berlangsung secara daring (dalam jaringan).

Penghargaan tersebut terdiri dari Itera Adi Karsa Utama kepada Ketua DPD RI Ir H AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, Menteri Perhubungan RI Ir Budi Karya Sumadi, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jenderal TNI Doni Monardo.

Kemudian penghargaan Itera Adi Karsa Madya diberikan kepada Kepala BMKG Indonesia Prof Ir Dwikorita Karnawati, Gubernur Provinsi Lampung Ir H Arinal Djunaidi selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Drs H Herman HN MM.

Dan Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria, Rektor Universitas Lampung Prof Dr Karomani,  Rektor Universitas Bandar Lampung Prof Dr Ir M Yusuf Sulfarano Barusman.

Terakhir penghargaan Itera Adi Karsa Pratama diberikan kepada Plt Bupati Lampung Selatan H Nanang Ermanto sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan.

Rektor Itera Prof Ir Ofyar Z Tamin MSc PhD juga memberikan penghargaan kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan Itera yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam mendukung percepatan pembangunan Itera.

Penghargaan tersebut meliputi Itera Cendikia Utama diberikan kepada Irfaniaanta Arif Setyawan selaku Dosen Program Studi Farmasi Jurusan Sains.

Arkham Zahri Rakhman selaku Dosen Program Studi Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro, Informatika dan Sistem Fisis.

Hadi Teguh Yudistira, selaku Dosen Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Manufaktur dan Kebumian.

Satriyo Panalaran selaku Dosen Program Studi Teknik Kelautan, Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan.

Hesti Ayuningtyas Pangestuti selaku Dosen Program Studi Teknologi Pangan, Jurusan Teknik Proses dan Hayati.

Dan penerima penghargaan Itera Adi Nayaka diberikan kepada Tendik Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Terpadu Bella Rizcikal Lencana Putri, Tendik Sub Bagian Keuangan dan Barang Milik Negara Sanwari, dan Tendik Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Agung Dian Putra.

Dalam pidato sambutan Prof Ofyar menyampaikan 11 Paket Kebijakan Afirmatif Itera 2020 yaitu:

Perbaikan Komitmen Membangun dan Memajukan Itera: Akreditasi nasional dan akreditasi internasional, memulai aktivitas berorientasi kompetisi dan ranking nasional/ranking dunia, pemilihan mitra utama penyelenggaraan program studi, pemilihan mitra utama penyelenggaraan Pusat Riset dan Inovasi (Purino).

Itera segera melakukan reorientasi solusi modern permasalahan pembangunan Sumatera, serta mempertajam relevansi penerapan karya sains teknologi dan hasil inovasi Itera.

Itera pada 2020 dan 2021 akan memperluas dan mempertajam riset lebih kreatif yang menghasilkan inovasi bagi kebutuhan nyata dan solusi segera atas permasalahan masyarakat Sumatera atau disebut program Creative Research and Innovation for Sumatera.

“Perluasan Etalase Keberhasilan ITERA dalam Sains dan Teknologi yag selama ini hanya di Provinsi Lampung, maka mulai tahun 2020 dicanangkan bahwa Etalase Keberhasilan Sains dan Teknologi diperluas menjadi 10 Provinsi se-Sumatera, bersifat terobosan (breakthrough) dan solusi pembangunan mendasar yang sangat dibutuhkan setiap provinsi,” ujar Prof Ofyar.

KKN Tematik Basic Science 2020 bagi Guru dan Siswa SLTA se-Sumatera berbasis daring; untuk memperluas Mutu Kempuan Basic Science guna meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi setiap provinsi.

Itera memandu percepatan: pembangunan sumber daya manusia (SDM); dan pembangunan ekonomi masyarakat; yang secara kolektif se-Sumatera dapat meningkatkan daya saing daerah di Indonesia.

Itera bersama jejaringnya memandu perencanaan dan percepatan pembangunan ekonomi, wisata dan Industri dengan menerapkan prinsip pembangunan berbasis Konektivitas Koridor Jalan Tol dan Kereta Api membentang dari Bakauheni hingga Banda Aceh lebih kurang 2.700 kilometer.

Internasionalisasi Itera; perbaikan ke dalam Itera seperti Jabatan Akademik, Layanan Kepakaran dan Kesejahteraan Kolektif Dosen-Tendik serta Modernisasi Manajemen ITERA Berorientasi Peningkatan Mutu dan Akuntabilitas.

Kelahiran Itera Ke-2 yaitu 8 Juni 2020, pertanda Itera New Normal yaitu Itera berada dalam Kehidupan Baru. Itera New Normal adalah Itera menjalankan Adaptasi Kehidupan Baru. (Josua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here