BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Menambah ikon dan lokasi wisata, Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) pada tahun 2019 ini membangun monumen Minak Pati Pejurit (Gelar Minak Memala Bumi)

Monumen berbentuk patung yang menggambarkan salah satu Raja Kerajaan Tulang Bawang dan raja pertama penyebar ajaran Islam dibangun dengan ketinggian patung 6 meter dan pondasi bangunan 4 meter, dan dibangun menggunakan dana APBD Tahun 2019 senilai Rp1,7 miliar tersebut dibangun di perempatan pasar unit 6, Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang.

Kepala Dinas PUPR, Iwan Mursalin melalui Kabid Perencanaan, Gustam Effendi mengatakan pembangunan monumen Minak Pati Pejurit di wilayah Utara kabupaten tepatnya di perempatan pasar unit 6 Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang merupakan program perencanaan Bupati Tubaba Umar Ahmad, SP dan Wakil Bupati Fauzi Hasan, SE.MM dan telah melalui proses perencanaan yang matang dan hasil konsultasi dengan sesepuh (tokoh adat) dan tokoh masyarakat.

Bahkan bentuk wajah dan postur tubuh raja Kerajaan Tulang Bawang tersebut merupakan hasil komunikasi ritual spiritual pak Winten (pembuat patung) dengan orang ahli yang saat itu juga langsung menggambar tubuh dan wajah raja tersebut.

“Kami bangun patung Minak Pati Pejurit di wilayah Lambu Kibang bukan tidak ada dasar, kalau dirunut ke masa kerajaan dahulu, wilayah Lambu Kibang masih masuk ke dalam wilayah Kerajaan Tulang Bawang dan memang makamnya berada di Tiyuh Pagar Dewa,” terangnya kepada Netizenku.com di ruang kerjanya, Rabu (18/12).

Dengan terbangunnya monumen Minak Pati Pejurit tersebut, menambah ikon dan lokasi wisata baru di kabupaten berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai. Bangunan tersebut dibangun dengan ketinggian 10 meter dengan posisi wajah menghadap ke Gerbang Tol Lambu Kibang atau arah Simpang Randu, Tulang Bawang, dengan ketinggian tersebut sehingga monumen dapat terlihat dari segala penjuru dan terlihat berdiri tegah dan kokoh.

“Pembangunan patung ini juga sebagai upaya pemerataan pembangunan pusat keramaian baru dan lokasi wisata, dan ini cikal Lambu Kibang Kibang menjadi pusat keramaian baru di Tubaba terlebih dekat dengan gerbang Tol Lambu Kibang yang hanya berjarak sekitar 200 meter sehingga bakal banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah, dan daerah,” tambah Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Firmansyah.

Kepala Dinas PUPR berharap dengan terbangunnya ikon baru tersebut kedepannya ada tindak lanjut dari pemerintah tiyuh wilayah setempat dengan membangun titik-titik keramaian baru yang terintegrasi dengan monumen tersebut.

“Dinas PU juga masih punya PR di lokasi monumen tersebut yakni harus memindahkan jaringan listrik yang mengganggu pandangan terhadap patung tersebut, selain itu badan jalan di sekeliling patung baru sebatas sabes dan akan ditingkatkan menjadi hotmik,” ujarnya.

Diketahui, Minak Pati Pejurit merupakan seorang tokoh penyebar agama Islam yang hidup pada abad ke-15 dan merupakan Raja Kerajaan Tulang Bawang. Makam raja ini terletak di Tiyuh Pagar Dewa, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tubaba. (Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here