Pringsewu (Netizenku.com): Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Pringsewu menggelar Workshop Pembinaan Organisasi, di Aula IGTKI PGRI Kecamatan Sukoharjo, Selasa (8/6).
Hadir dalam acara tersebut, Pengawas TK Kecamatan Sukoharjo, Pujiono, M.Pd, Ketua IGTKI Kabupaten Pringsewu, Hj. Suwami, M.Pd, Sekretaris, Sri Wahyuni,S.Pd, Bendahara, Sarni, S.Pd, Anggota, Sri Handayani, S.Pd, Ma’arif, S.Pd, Tuhono, S.Pd. Ketua IGTKI Kecamatan Sukoharjo, Untung Bagiyono, S.Pd, Sekretaris, Erna Trilitahati, S.Pd, Bendahara, Sri Haryati, S.Pd serta para kepala sekolah dan guru di Kecamatan Sukoharjo.
Suwami mengungkapkan, dilaksanakannya kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para tenaga pendidik dalam mengelola TK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu katanya, kegiatan ini juga guna mendorong motivasi dan kreatifitas tenaga pendidik dalam meningkatkan kualitas pengelolaan TK yang pada akhirnya tercipta suasana sekolah yang nyaman dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
“Semoga melalui workshop ini bisa meningkatkan kemampuan, wawasan, pengetahuan, dan keterampilan para pendidik TK. Sehingga, nantinya bisa meningkatkan kualitas hasil belajar sesuai yang diharapkan,” kata Suwami.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan kebanggaan atas kehadiran pengawas TK Kecamatan Sukoharjo, Banyumas, Pantura pada kegiatan workshop tersebut.
Sementara Untung Bagiyono mengatakan, usia dini adalah fase fundamental bagi perkembangan individu yang disebut sebagai golden age (usia emas). Implikasinya pada bidang pendidik anak usia dini perlu langkah yang tepat.
Salah satu langkah strategi dalam pembekalan anak yang optimal, menurutnya adalah didahului dengan pengenalan karakteristik dan tujuan pembelajaran yang akan diterapkan termasuk dalam bidang penerapan sains.
“Pembelajaran saintifik pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting untuk berbagai aspek perkembangan anak. Para peneliti menganjurkan pembelajaran saintifik mulai dikenalkan sebelum anak memasuki sekolah, bahkan anak sejak lahir,” ungkapnya. (Rz/len)








