Harga BBM Naik, BEM Unila Tuntut Pemerintah Berhenti Tebar Citra

Redaksi

Rabu, 18 Juli 2018 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Sejumlah mahasiswa yang berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Keluarga Besar Mahasiswa (BEM U KBM) Unversitas Lampung (Unila), menggelar unjuk rasa di depan gedung Graha Mandala Alam, Kota Bandarlampung terkait kenaikan bbm, harga tukar rupiah yang semakin melemah, dan tenaga kerja asing (TKA) yang sangat menyakiti hati pekerja Indonesia, Rabu (18/7).

Unjuk rasa yang dihiasi dengan aksi treatikal tersebut bertepatan dengan hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tajhjo Kumolo untuk launching peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa dan kelembagaan desa untuk memperkokoh peradaban bangsa menuju desa sejahtera.

Baca Juga  Irfan Fauzi: Gubernur FMIPA Unila Ditahan Polresta

Presiden BEM Unila , Muhammad Fauzul Adzim menuntut pemerintah menurunkan harga BBM, stabilkan nilai rupiah, dan tolak 2.400 tenaga asing yang masuk Provinsi Lampung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Aksi ini adalah aksi kreatif dalam rangka menyampaikan aspirasi melalu seni dan lagu. Kita aliansi BEM Lampung melihat Indonesia sedang tidak baik-baik saja, BBM yang senantiasa naik, nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin anjlok, kenaikan harga sembako, dan tenaga kerja asing yang semakin hari sekakin bertambah, mengindikasikan bahwa indonesia tidak sedang butuh pemimpin yang bagi-bagi sepeda, sertifikat dan lain-lain, berhentilah menebar citra. Kita ingin pemimpin yang mampu melihat persoalan secara matang bukan citra dan nama baik saja. Rakyat perlu berdaulat. Rakyat disusahkan dengan keputusan itu,\” ujar dia.

Baca Juga  Semangat Gali Ilmu Agama, Pemuda-pemudi di Panjang Rutin Ikut Pengajian

Fauzul mengharapkan aksi ini mendapat perhatian dan didengar pemerintah pusat. “Kami ini mewakili rakyat Lampung dalam meminta keadilan, dengan harapan aksi ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat,\” pungkasnya dia. (Aby)

Berita Terkait

YKWS: Banjir di Balam Bukan Semerta Bencana Alam
Libur Lebaran, Lonjakan Wisata Balam Capai 30 Persen
Tak Hanya Citra Garden, Pengembang Perumahan Diminta Proaktif
Soal Banjir, Dewan Nilai Pemkot Balam bak Pemadam Kebakaran
Awal Mei PDI-P Balam Buka Penjaringan, Eva Dwiana Masih Miliki Kans
PLN UID Lampung Siap Amankan Pasokan Listrik Idul Fitri 1445H
PGN Pastikan Layanan Gas Bumi Aman dan Handal Selama Idul Fitri 1445 H
5.752 WBP Kanwil Kemenkumham Lampung Diusulkan RK Idul Fitri 2024

Berita Terkait

Jumat, 19 April 2024 - 20:05 WIB

Disnaker Lampung Bakal Turunkan Tim Pengawas dan Mediator untuk Selesaikan Permasalahan THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:59 WIB

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 April 2024 - 19:49 WIB

Realisasi penyaluran KUR Peternakan Lampung Capai Rp1,51 triliun

Kamis, 18 April 2024 - 21:58 WIB

Umar Ahmad dan Sinyalemen Dukungan PDI Perjuangan

Kamis, 18 April 2024 - 20:42 WIB

Gubernur Arinal Ajak Semua Pihak Wujudkan Lampung Sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kamis, 18 April 2024 - 19:49 WIB

DPD PDI Perjuangan Santai Tanggapi Rumor Umar Ahmad-Edi Irawan

Kamis, 18 April 2024 - 13:38 WIB

Lampung Memperkaya Kalender Pariwisata dengan 90 Kegiatan Tahun 2024

Kamis, 18 April 2024 - 12:42 WIB

6 Trayek Baru Angkutan Perintis Lampung Diajukan

Berita Terbaru

Ilustrasi THR. Foto: Ist.

Lampung

Disnaker Lampung Catat 13 Pengaduan Ikhwal THR

Jumat, 19 Apr 2024 - 19:59 WIB