Genjot Produksi Padi, Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji

Tauriq Attala Gibran

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen mengoptimalkan sektor agraris. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui akselerasi program modernisasi dan hilirisasi pertanian.

Lampung (Netizenku.com): Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. Penegasan tersebut disampaikan usai meninjau simulasi teknologi drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/2026).

Dalam dialog bersama kelompok tani setempat, Gubernur mengapresiasi keberhasilan implementasi POC hayati cair. Teknologi ini terbukti nyata mendongkrak hasil panen padi warga secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemanfaatan POC di atas lahan sawah seluas 1.000 hektar tersebut membuahkan hasil impresif. Total produksi gabah melonjak tinggi, dari semula 5.000 ton kini melesat menjadi 7.000 ton.

Baca Juga  Lampung Dorong Produk Desa Tembus Pasar Ekspor

“Jadi kalau 1.000 hektar dipakai semua, tadinya produksi 5.000 ton sekarang jadi 7.000 ton. Ada tambahan Rp1,4 miliar untuk dibagikan ke petani di seluruh desa,” ujar Mirzani  di hadapan para petani.

Melihat capaian positif ini, Pemprov Lampung menginstruksikan dinas terkait dan pemerintah kabupaten untuk mendorong peningkatan Indeks Pertanaman. Targetnya adalah menaikkan intensitas dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun (IP300).

Mirzani meminta sinergi yang kompak antara aparatur desa dan dinas teknis. Langkah ini penting agar target percepatan masa tanam tahun ini berjalan optimal.

Merespons keluhan petani terkait serangan hama tikus yang kerap menggagalkan masa tanam, Pemprov Lampung bergerak cepat. Solusi taktis jangka pendek dan jangka panjang langsung disiapkan.

Baca Juga  Fraksi PKB Soroti Penurunan PAD dan Minta Pemprov Lampung Optimalkan Pajak Air Permukaan

Melalui dinas pertanian, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa seperempat ton belerang untuk penanganan darurat. Sementara untuk mitigasi jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha).

“Tahun ini kita usahakan tiga kali panen. Kasih burung hantu (Rubuha) sama belerang. Kompak ya Pak, POC-nya terus dipakai,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan petani Desa Pangkal Mas menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata ini. Berkat teknologi pupuk hayati cair, biaya operasional produksi dapat dipangkas drastis dari ratusan ribu rupiah menjadi hanya puluhan ribu rupiah per hektar.

Selain menghemat biaya, petani juga menaruh harapan besar agar Pemprov Lampung memfasilitasi uji laboratorium berkala. Fasilitas ini ditujukan untuk beras lokal mereka yang diproduksi murni tanpa pestisida kimia sejak tahun 2014.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi Lampung

Sertifikasi ini dinilai penting untuk memberikan nilai tambah ekonomi dan mendongkrak harga jual di pasar beras organik.

“Mohon bantuannya Pak Gubernur untuk memfasilitasi beras kami, karena usaha organik memiliki nilai plus dari segi harga. Terima kasih atas teknologi pupuk hayati yang sangat memangkas biaya produksi pangan kami. Semoga Lampung di bawah kepemimpinan Bapak Rahmat Mirzani Djausal benar-benar menjadi lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

Di samping membenahi sektor pertanian organik dan pengendalian hama, Rahmat Mirzani Djausal memastikan aspirasi warga Mesuji tetap didengar. Pemprov Lampung berkomitmen penuh mempercepat pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan poros utama guna memperlancar aksesibilitas ekonomi daerah. (*)

Berita Terkait

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian
Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB