BERBAGI
Foto: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, Daniel Marsudi.

Bandarlampung (Netizenku.com): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah mekanisme dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk tahun anggaran 2020. Namun karena belum cair, gaji sebanyak 7.013 guru honor di Bandarlampung terlambat dibayar.

Berdasarkan juknis BOS terbaru No 8 tahun 2020, di mana alokasi untuk tenaga honor di sekolah negeri naik yang tadinya maksimal 15 persen menjadi 50 persen. Tenaga honor di sekolah swasta yang tadinya 30 persen menjadi 50 persen.

“Tahun kemarin kan 15 persen, nah ini diprioritaskan seluruh guru honor harus dapat honor dari dana bos, besar pun nggak papa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung, Daniel Marsudi, di SMP Negeri 16 Bandarlampung, Kamis (13/2).

Daniel menjelaskan, mekanisme penyaluran dana bos di tahun ini langsung diserahkan pusat kepada pihak sekolah. “Kalau kemarin dari pusat ke provinsi terus ke sekolah, nah sekarang dari pusat langsung sekolah,” jelasnya.

Keterlambatan cairnya dana bos ini, menurut Daniel, merupakan kebijakan pemerintah pusat. Namun hal ini menurutnya lumrah terjadi. Di sisi lain Pemeritah Kota Bandarlampung juga tak mampu menalangi gaji ribuan guru honor tersebut.

“Ya nggak tahu, itu mekanisme memang kadang setiap tahun terlambat. Tidak di Januari keluar, tidak. Itu kebijakan pusat, masa kita mau talangin, nggak mungkin. Triliunan itu uangnya,” terang Daniel.

Bahkan, dirinya mengungkapkan pihaknya belum juga mendapatkan informasi terkait pencairan dana bos tersebut.

“Kapan proses transfernya kami juga belum tahu, kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” pungkasnya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here