Festival Krakatau 2023 Diwarnai Pesona Budaya Tuping Lampung yang Memikat

Redaksi

Rabu, 21 Juni 2023 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Festival Krakatau 2023 akan memperkenalkan akar budaya Lampung dalam bungkus kontemporer. Budaya tuping dan tutup kepala akan menjadi sorotan utama.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadis Parekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan, budaya tuping telah mengakar di beberapa kabupaten di Lampung, seperti Sekura di Lampung Barat, tuping di Lampung Selatan, dan budaya nyubuk di masyarakat Pepadun. Budaya-budaya inilah yang akan diangkat dalam Festival Krakatau 2023.

“Saya berharap tahun-tahun kedepan budaya tuping ini menjadi karakter yang kuat dari Festival Krakatau. Kita akan selalu mengangkat budaya tuping dalam setiap penyelenggaraan Festival Krakatau di tahun-tahun kedepan,” kata Bobby Irawan di Kantor Dinas Parekraf, Provinsi Lampung, Senin (19/6/2023) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjawab keinginan banyak masyarakat untuk bisa terlibat secara aktif, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung pun menawarkan kegiatan festival yang unik. Masyarakat akan diajak terlibat secara aktif, baik sebagai penonton maupun peserta kirab.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

“Baik yang menonton dan yang kirab, semua mengenakan tuping, menggunakan tutup kepala. Dan ini akan kita lombakan untuk masyarakat. Sehingga masyarakat akan merasa memiliki, bahwa ini adalah festival milik masyarakat Lampung, bukan festival milik kelompok tertentu,” ungkap Kadis Parekraf.

Menurut Bobby, festival ini adalah festival bersama bagi seluruh masyarakat Lampung. Dan festival ini juga merupakan bagian dari janji kerja Gubernur Lampung untuk mengembangkan pariwisata di provinsi Lampung. Yang pasti penyelenggaraan Festival Krakatau 2023 ini adalah bagian dari janji kerja gubernur Lampung. Dari tiga puluh tiga janji, salah satunya adalah Lampung kaya festival.

“Menjadi bagian dari strategi kita untuk mengembangkan pariwisata di Provinsi Lampung, kita juga akan mengundang beberapa provinsi yang memiliki budaya topeng, budaya tutup kepala. Seperti Provinsi Bali, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan lainnya,” kata Bobby Irawan seraya mengatakan, dengan mengundang provinsi lain, berarti festival krakatau tahun ini levelnya nasional.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Festival Krakatau 2023 akan berlangsung selama satu hari saja, yaitu tanggal 8 Juli 2023. Menurut Bobby, pelaksanaan satu hari ini juga merupakan bagian dari strategi mengumpulkan massa dan untuk lebih menggaungkan. Karena kalau dilaksanakan beberapa hari, minat masyarakat akan terpecah-pecah. Sekarang pihaknya memusatkan di satu tempat di PKOR Way Halim dan diadakan satu hari penuh.

“Kami akan melibatkan anak-anak sekolah dalam acara mewarnai topeng di pagi hari, kemudian pemecahan rekor MURI oleh komunitas dan stakeholder kuliner, dan ada kirab budaya sebagai menu utama di siang hari, dan di malam hari akan ada hiburan rakyat yang mendatangkan artis asal Lampung yang sudah cukup terkenal di nasional,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Terkait Gunung Anak Krakatau yang masih aktif, tur krakatau tidak akan dilaksanakan di bulan Juli. Jika memungkinkan akan dilaksanakan pada post event di akhir Agustus. Selain sedang aktif-aktifnya, menurut Bobby, kondisi Gunung Anak Krakatau juga sudah berbeda dari sebelumnya.

Dengan dukungan dari berbagai media dan pegiat pariwisata, festival ini diharapkan memiliki karakter yang kuat, sehingga dapat meningkatkan popularitas Lampung secara nasional dan global.

“Untuk penonton, kita targetkan minimal lima ribu sampai sepuluh orang akan datang pada acara festival ini. Dan saya yakin jumlah ini akan terlampaui,” kata Bobby. (Rls/Len)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:40 WIB

Ahmad Giri Akbar, Pernyataan Prabowo soal Dolar Harus Dipahami Secara Utuh

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:36 WIB

Aliansi Jurnalis Independen Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:49 WIB

Pemprov Lampung Kunci Anggaran BPJS Kesehatan Rp125 Miliar di 2026, Jamin Warga Tak Putus Berobat

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:05 WIB

Gubernur Lampung Ajak Kemenkeu Orkestrasi Hilirisasi dan Ekonomi Lampung

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:38 WIB

Komitmen Gubernur Lampung Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Lampung

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:29 WIB

DPRD Lampung Optimistis Koperasi Desa Majukan Ekonomi Warga

Senin, 18 Mei 2026 - 21:25 WIB

DPRD Lampung Soroti Peningkatan Kasus HIV

Senin, 18 Mei 2026 - 15:39 WIB

I Made Suarjaya Minta Kisruh Pimpinan Lamteng Diselesaikan

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Tulang Bawang Barat Targetkan Siltap Aparatur Tiyuh Dibayar Sebelum Iduladha

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:48 WIB