oleh

Eva Dwiana: PTM terbatas dengan prokes tunggu PPKM Level 3

Bandarlampung (Netizenku.com): Pemerintah Kota Bandarlampung menggenjot vaksinasi pelajar SMP, khususnya Kelas IX, sebelum memulai simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan simulasi PTM terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat akan dimulai setelah PPKM Level 4 di Kota Bandarlampung turun ke level 3.

Kota Bandarlampung berstatus PPKM Level 4 Covid-19, 24 Agustus-6 September 2021.

“Sekolah (tatap muka) kalau level PPKM di Bandarlampung turun jadi level 3,” kata Eva Dwiana usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di SMPN 2 Bandarlampung, Jumat (3/9).

Baca Juga  Lomba KADARKUM, Upaya Pemerintah Edukasi Masyarakat untuk Sadar Hukum

Baca Juga: Vaksinasi Pelajar SMP, Takut KIPI Hingga Siap Belajar Tatap Muka

Pemkot masih menunggu hasil evaluasi pemerintah pusat atas penerapan PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali yang akan berakhir pada 6 September 2021 mendatang.

“Nanti kita kumpulkan kepala sekolah untuk berkoordinasi menentukan sekolah mana yang akan menerapkan PTM,” kata Eva Dwiana.

Eva Dwiana: PTM terbatas dengan prokes tunggu PPKM Level 3
Persiapan simulasi PTM terbatas dengan protokol kesehatan ketat di SMPN 32 Kota Bandarlampung, Jumat (3/9). Foto: Netizenku.com

Kasi Kelembagaan Disdikbud Kota Bandarlampung, Mulyadi, ketika dihubungi mengatakan pihak sekolah harus menyediakan sarana dan prasarana prokes.

“Seperti tempat cuci tangan di setiap kelas, untuk meja memang sudah kita sekat-sekat tapi belum sepenuhnya disekat semua,” ujar dia.

Baca Juga  Eva Dwiana: aturan PPKM dilonggarkan tapi harus prokes

Jumlah meja sekat yang akan digunakan disesuaikan dengan banyaknya siswa yang mengikuti PTM terbatas sesuai kapasitas ruangan yaitu 50% dari rombongan belajar.

“Dan sekolah itu paling sedikit punya 5 alat pengukur suhu tubuh. Siswa pakai masker sendiri tapi masker juga tetap disiapkan sekolah,” kata dia.

Pihak sekolah juga diminta untuk memerhatikan kondisi ruangan kelas, khususnya terkait sirkulasi udara. Mulyadi meminta agar jendela kelas tetap terbuka.

Baca Juga  Sekdaprov Lampung Lantik 129 Pejabat Fungsional

“Ada yang pakai pendingin ruangan, ada juga yang enggak. Kalau memang pakai pendingin ruangan berpengaruh, dimatikan,” ujar dia.

Selanjutnya ruangan kelas akan disemprot disinfektan setiap pagi, sebelum siswa masuk.

“Tapi kalau keluar, ada yang sesi kedua, disemprot disinfektan dulu, baru masuk,” tutup dia.

Pemkot Bandarlampung berencana melakukan simulasi PTM terbatas dengan prokes ketat di 6 sekolah. Tahap I di SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, dan Tahap II di SMPN 14, SMPN 29, SMPN 32. (Josua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *