Akademisi salah satu perguruan tinggi swasta di Lampung mengapresiasi aksi damai yang dilakukan ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat di Provinsi Lampung. Aksi tersebut berlangsung tertib, lancar, dan tanpa kericuhan, menjadi contoh bahwa penyampaian aspirasi tidak harus disertai kekerasan.
Bandarlampung (Netizenku.com): Dalam aksinya, Aliansi Lampung Melawan membawa 10 tuntutan, di antaranya mendesak pengesahan UU Perampasan Aset, pemotongan gaji dan tunjangan DPR, peningkatan kesejahteraan dosen dan guru, serta pemecatan menteri-menteri problematik oleh Presiden Prabowo Subianto. Mereka juga menuntut reformasi Polri, pengusutan kasus kematian Affan Kurniawan, penolakan RKUHAP, penghentian efisiensi di sektor pendidikan dan kesehatan, hingga reformasi agraria.
Emir Fajar Saputra, akademisi perguruan tinggi swasta di Lampung, mengaku bangga melihat aksi berjalan damai dan kondusif. Ia menilai, pemerintah daerah dan DPRD Lampung patut diapresiasi karena turun langsung menemui massa aksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat bangga dengan adik-adik mahasiswa. Tidak ada kericuhan, semua terkendali dan tidak terprovokasi. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya TNI dan Polri, yang menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Emir, Rabu (3/9/2025).
Apresiasi juga diberikan kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, dan Pangdam XXI/Radin Inten II Mayjen Kristomei Sianturi, yang hadir langsung menemui demonstran untuk mendengarkan aspirasi.
“Momen kebersamaan ini harus dijaga. Inilah contoh kepemimpinan yang bisa mendinginkan suasana,” tambahnya.
Menurut Emir, aksi damai tersebut menjadi cerminan kedewasaan berdemokrasi di Indonesia. Dengan penyampaian aspirasi secara tertib, pesan mahasiswa dan masyarakat lebih kuat, mudah diterima, serta menjadi teladan bagi daerah lain.
“Aksi damai di Lampung menunjukkan aspirasi bisa disampaikan tanpa kekerasan. Ini pendidikan politik nyata bagi masyarakat dan penguatan dialog sosial antara rakyat dan pemerintah,” ujarnya.
Ia berharap, tradisi demonstrasi damai di Lampung dapat terus dijaga.
“Lampung sudah memberi contoh. Tugas kita semua memastikan demokrasi Indonesia tumbuh dengan kedamaian, dialog, dan penghormatan terhadap hukum,” tegas Emir. (*)








