Dua Menteri Sambangi Lampung, Luhut: Pelabuhan Panjang Terhubung Tol

Redaksi

Selasa, 4 September 2018 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Ruslan/Nk)

(Foto: Ruslan/Nk)

Bandar Lampung (Netizenku.com) : Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengapresiasi peningkatan ekspor Lampung dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung.

Hal itu diungkapkannya saat berbicara dalam gelaran “Dialog Nasional’ bertema ‘Mengamalkan Nilai-nilai Kebangsaan Menuju Indonesia Bermartabat’, di Lantai III Gedung Hi Alfian Husin, Kampus IIB Darmajaya, Bandar Lampung, Selasa (4/9/2018).

“Daerah ini (Lampung) bagus. Ekspor kita meningkat dari sini Rp 23 triliun, bertambah 18 persen. (Infrastruktur) Kita perbaiki, seperti jalan dari Pelabuhan Panjang akan kita bikin tol. Tadi dengan Menteri PU-Pera Pak Basuki (akan dihubungkan) ke jalan tol (Jalan Tol Trans Sumatera), sehingga dengan jalan tol sembilan kilometer itu akan mengurangi cost, jadi lebih efisien lagi,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dialog tersebut juga dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karyadi, Ketua Yayasan Alfian Husin Andi desfiandi, Rektor IIB Darmajaya Firmansyah Y Alfian, Ketua Pelaksana Kegiatan Ary Meizari Alfian, Bravo – 5 dan para mahasiswa.

Terkait penyelundupan melalui laut, menurut Luhut, kita tentu ingin punya coast guard (Penjaga Pantai) itu tambah kuat.

“Kita punya garis pantai terpanjang. Pengukuran terakhir 103 ribu kilometer. Itu kan panjang sekali. Memang kita harus menyiapkan itu, butuh waktu, dan sekarang sudah kita mulai,” jelas Luhut.

Dengan sistem aplikasi Tempat Penimbunan Sementara berbasis Online (TPS Online) di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, sambung dia, kita berharap juga akan banyak mengurangi penyelundupan yang dilakukan melalui pelabuhan.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

“Kalau daerah-daerah pantai, kita semua harus sama-sama mengawasinya. Tidak mungkin hanya aparat saja. Kita sebagai negara kepulauan terbesar di dunia,” ujarnya.

Dari Indonesia Timur Merauke sampai ke Indonesia Sabang, jelas Luhut, kalau naik pesawat terbang jet delapan jam terbang. Dari Jakarta ke Tokyo terbangnya 6 jam 45 menit .

“Jadi kita bisa bayangkan besarnya Indonesia ini. Jadi me-manage Indonesia tidak gampang. Kalau orang tadi membandingkan Indonesia dengan Singapore, itu juga tidak adil,” kata Luhut.

Diterangkan, Singapore cuma tujuh juta penduduk, kita 265 juta penduduk. Dia (Singapore) pulau utamanya cuma satu. Sedangkan pulau di Indonesia sebanyak 17 ribu.

“Tingkat pendidikan mereka hampir rata-rata homogen. Kita masih bervariasi. Jadi tidak fair. Tapi kita sekarang, pendidikan tanpa kita sadari meningkat. Sebagai negara kepulauan, kita memang membuat mungkin kesalahan-kesalahan yang lalu,” kata Luhut.

Dia juga mengatakan pendidikan di daerah-daerah terpencil itu kurang, karena memang kita masih fokus di Jawa dan Sumatera waktu itu.

“Sekarang sejak tiga setengah tahun yang lalu, Pak Jokowi itu ingin Indonesia sentris. Sekarang, ada orang investasi di Morowali, Konawe Utara, Halmahera Utara, Halmahera Tengah dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Menurut dia cari pegawai tidak gampang. Orang ribut pakai pegawai lokal, kita gunakan. Tetapi ada tenggat waktu untuk medidik tenaga-tenaga lokal itu, sampai mereka bisa (memenuhi) standard yang diinginkan. Pemerintah tegas dalam hal ini.

Di sisi lain, Luhut mengungkapkan ada empat syarat jika orang ingin berinvestasi di Indonesia.

“Pertama dia harus menggunakan tenaga lokal. Bahwa ada periode waktu dua tiga tahun, baru orang itu bisa digantikan, sambil dididik, itu soal kedua, karena di daerah itu tidak cukup,” jelasnya.

Kedua, lanjut Luhut, dia punya tekhnologi harus tekhnologi yang ramah lingkungan. Karena kita sudah tidak mau lagi menerima tekhnologi-tekhnologi kelas tiga, kelas dua.

“Yang ketiga dia harus punya nilai tambah, ke hulu ke hilir. Tidak mau lagi eksport romaterial. Yang keempat, dia harus tekhnologi transfer,” ungkapnya.

Masalah ini penting kita ketahui, karena tekhnologi itu menjadi penting, sebab sekarang perkembangan ini dengan tekhnologi, efisiensi. Jadi kita sekarang tidak bisa lagi hanya omong saja.

“Tahun depan akan ada 5 G, sekarang 4 G. Apa itu 5 G? 5 G itu akan membawa kecepatan proses data. Data processing-nya itu akan lebih cepat, akan membuat lebih efisien dan kita harus ada di dalam itu,” kata Luhut.

Tapi, terus dia, memang kita faham, banyak di daerah-daerah itu pegawai lokalnya tidak cukup, jadi kita beri waktu dua tiga tahun sambil menyiapkan pegawai lokal. Mindset mereka masih bisa membawa tenaga-tenaga asing.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

“Jadi kalau orang bilang kita menjual proyek tidak betul, tidak ada. Kita kan tahu apa yang harus kita lakukan tidak mungkinlah. Mungkin yang ngomong itu tidak mengerti atau nyinyir saja,” ujar Luhut.

Dia juga mengatakan jika saat ini kemampuan daya beli petani meningkat. Harga telur ayam sekarang rata-rata Rp 24.000 perkilogram, harga ayam juga relatif terkendali.

“Jadi kalau ini bisa kita kendalikan, maka sebenarnya kita tidak terlalu masalah. Bahwa rupiah sekarang di Rp 14.900-an (nilai tukar dolar) itu saya kira nanti perjalanan waktu akan secara bertahap menyesuaikan diri lagi. Jadi kalau ada orang tanya bahwa rupiah tidak terlalu bagus, itu tidak benar,” tukas Luhut .

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut meresmikan TPS Online di Pelabuhan Panjang.

“Tadi saya meresmikan, launching TPS online di Pelabuhan Panjang. Tujuannya untuk membuat kita efisien. Akan membatasi adanya pertumbuhan orang, karena semua online. Jadi saya efisiensi. Akibat efisiensi ini juga ada. Ada comfort zone, karena itu dibuat jadi efisien. Kalau kita tidak efisien, kita akan kalah dengan negara-negara maju,” ungkapnya. (ruslan)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 00:28 WIB

Pemkab Lampung Selatan Tekankan Sinergi Pusat-Daerah di Hari Otda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:44 WIB

Kementan Buka Program Pelatihan Petani Muda ke Jepang, Pemuda Lampung Berkesempatan Daftar

Senin, 9 Februari 2026 - 12:24 WIB

HPN 2026, Fatikhatul Khoiriyah: Pers Harus Berani Kawal Demokrasi

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:29 WIB

Pemkab Lamsel Raih UHC Award 2026 Kategori Pratama

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:23 WIB

Pemprov dan DPRD Lampung Soroti Kepesertaan 89 Ribu BPJS PBI 2026

Senin, 12 Januari 2026 - 15:49 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan 2026

Rabu, 31 Desember 2025 - 16:18 WIB

Larangan Simbolik Petasan vs Perut Pedagang Kecil yang Berisik

Senin, 22 Desember 2025 - 10:41 WIB

Emado’s Perluas Jaringan, Lampung Jadi Cabang ke-99

Berita Terbaru

Celoteh

Bunda Eva (Memang) Bukan Margaret Thatcher

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:53 WIB

Pringsewu

468 Jamaah Haji Pringsewu Resmi Diberangkatkan

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:31 WIB