BERBAGI

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), tengah mengevaluasi sistem sewa kendaraan pejabat dengan PT Adi Sarana Armada (ASSA Rent) yang sudah berlangsung sejak tahun 2019.

Hari ini, DPRD Tubaba telah melakukan dengar pendapat (hearing) dengan Kepala Cabang PT ASSA Lampung, Cristian, dan Marketing Perusahaan, Krisna, di ruang Komisi III DPRD, di Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Rabu (13/1) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketua DPRD, Ponco Nugroho, kepada wartawan mengatakan, hearing dengan penyedia kendaraan sewa di Tubaba yakni PT ASSA Cabang Lampung untuk mengetahui secara jelas bagaimana sistem kerjasama yang dilakukan antara Pemkab Tubaba dengan perusahaan penyedia.

“Tahun ini, OPD yang melakukan rental dengan PT ASSA akan kita evaluasi, kita tahu bersama saat ini pejabat setingkat eselon III banyak menggunakan kendaraan sewa kelas 2000 CC sampai 2500 CC dengan jenis Innova, padahal dalam aturan pejabat setingkat eselon III menggunakan kendaraan dengan spesifikasi 1600 CC,” kata Ponco Nugroho, kepada Netizenku.com, Rabu (13/1).

Sehingga, lanjut Ponco, pihaknya akan mengevaluasi seluruh OPD yang melakukan sewa, baik anggaran yang digunakan, maupun pemakai kendaraan sewa. Kalau pemakai layak untuk mendapatkan kendaraan dinas dengan tipe yang sesuai dengan peraturan dipersilahkan, jika tidak layak, kendaraan tersebut harus ditarik dan diberikan ke yang layak memakainya.

“Kita akan mencoba mengefisiensi harga sewa kendaraan pejabat administrator setingkat eselon III dengan harga sekelas kendaraan 1600 CC. Nantinya, kalau ini bisa kita lakukan dan penyedia kendaraan tetap sanggup dengan harga dibawah harga sewa pejabat eselon II dengan memberikan kendaraan dengan CC diatas 2000 cc atau sejenis Innova yang kita sambut baik,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Tubaba, Paisol SH, menambahkan sampai tahun 2021 Pemkab Tubaba telah melakukan sewa kendaraan dinas operasional kepada PT ASSA sebanyak 63 unit dengan jenis Innova menggunakan bahan bakar bensin dan solar.

“Dari 2019 sampai dengan tahun ini sebanyak 63 kendaraan yang di sewa Pemkab Tubaba kepada PT ASSA. Kontrak sewa kendaraan ini selama empat tahun dengan harga kontrak yang bervariasi, dengan alokasi anggaran sekitar Rp6 miliar,” ulasnya.

Paisol menambahkan, untuk mengetahui secara jelas bagaimana sistem sewa kendaraan tersebut, DPRD akan melakukan hearing lanjutan dengan bagian aset daerah, Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tubaba, dan BPKAD.

“Kita akan rapat ulang, dan akan kita cocokkan dengan dokumen. Karena sistem sewa kendaraan ini ke depan akan kita sesuaikan dengan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Terlebih, lanjut dia, pengguna kendaraan sewa di Tubaba juga tidak beraturan, terutama para pejabat eselon III, bahkan kendaraan mereka tidak membedakan kendaraan milik pejabat eselon II dan milik eselon III.

“Sudah saya sampaikan dengan PT ASSA sistem sewa ini akan kita tinjau. Jika setingkat pejabat eselon III, PT ASSA masih sanggup memberikan kendaraan jenis Innova harganya harus diturunkan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT ASSA Lampung, Cristian, juga membenarkan Pemkab Tubaba hingga hari ini telah melakukan sewa kendaraan dinas operasional sebanyak 63 unit dengan jenis Toyota Innova.

“Per hari ini sudah 63 unit. Sewa kendaraan sudah dilakukan sejak 2019 dengan jumlah sekitar 50-an unit dan bertambah secara bertahap setiap tahunnya, dan jenisnya adalah Innova,” kata dia.

Soal harga sewa perunit kendaraan, lanjut Cristian, itu disesuaikan dengan harga sewa di e-catalog dengan jenis dan tipe kendaraan.

“Tipe yang digunakan ada 5 sampai 6 varian, ada Innova bensin, ada Innova diesel, ada yang matic dan manual. Harga sewa ini ada di e-catalog tipe dan beda tahun kendaraan ini juga menentukan harga sewanya,” jelasnya. (Arie/len)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here