Politisi PKS ini meminta Dishub tidak hanya berdiam diri dan seolah menikmati penarikan retribusi dari 6 terminal di Kota Bandarlampung, Retribusi KIR, Retribusi Parkir dan lainnya.
“Dishub stagnan, tidak ada inovasi untuk kemajuan utamanya soal transportasi pelayanan publik. Dishub jangan merasa keenakan ambil duit dari terminal, parkir dan KIR, berkutat di situ saja. Jadi enggak ada kemajuan, cobalah ada inovasi, saya yakin ke depan ada penambahan anggaran jika ada program unggulan. Jangan bekerja hanya rutinitas tidak ada inovasi baru dalam bekerja,” ujar dia.
Menanggapi hal itu, Socrat Pringgodanu menjelaskan ke depan pihaknya mencoba akan menghidupkan lagi transportasi umum, dan merangkul kembali pihak ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita akan berkoordinasi dengan Organda, menghidupkan lagi halte-halte dan memang ada niat menghidupkan lagi angkutan umum, karena angkutan umum ini yang ditunggu masyarakat umum,” kata dia.
Socrat berjanji, ke depan akan lebih aktif mencari inovasi program unggulan, utamanya yang bersentuhan dengan masyarakat.
“Kita juga nanti di tahun depan akan meningkatkan tarif Retribusi Uji KIR mobil besar dan kecil dengan tarif yang berbeda, tidak sama sehingga ada peningkatan PAD dari sektor Uji KIR. Kalau trayek baru belum tercover anggaran, namun ada kalau untuk pengentasan kemacetan lalu lintas,” ujar dia. (Josua)
Halaman : 1 2








