oleh

DPRD Minta PDAM Way Rilau Minimalisir Kerusakan Pipa

Bandarlampung (Netizenku.com): Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau sebut tingkat kerusakan atau kebocoran pipa saluran air menurun hingga 50 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirut PDAM Way Rilau, Gustimigo saat menghadiri rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar oleh Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Kamis (20/9).

\”Alhamdulillah sekarang tingkat kebocoran pipa PDAM Way Rilau menurun ketimbang tahun 2017, kurang lebih sekitar 50 persen,\” kata dia.

Diumpamakan Gustimigo, kerusakan saluran pipa air yang terjadi ditahun 2017 40 persen,  kemudian ditahun 2018 angka itu  menurun 20 persen. \”Sudah kami tangani pipa yang rusak, dan sudah kami ganti pipa yang baru,\” tukasnya.

Baca Juga  BMKG Gelar Sekolah Lapang Nelayan untuk Edukasi Cuaca

Dia juga menjelaskan,  selama ini pemicu kerusakan pipa saluran air disebabkan dari sejumlah faktor. Yakni pipa tergerus usia, kemudian terganggu adanya pekerjaan proyek galian tanah. \”Iya faktornya karena ada pekerjaan galian tanah yang dilakukan OPD lainnya,  dan alhasil pipa tergerus,\” kata dia.

Meski begitu, PDAM Way Rilau tetap memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat, walaupun kerusakan pipa terjadi. PDAM memberikan sejumlah pasokan air melalui mobil tangki jika terdapat masyarakat yang menghubungi pihaknya.

Baca Juga  Herman HN Pastikan Warga Balam Kembali Dapat Pelayanan Prima

Selain itu, dirinya mengaku bahwa pihaknya tengah berupaya untuk meratakan penyaluran air bersih hingga kepenjuru Kota Bandarlampung, dengan cara menggarap mega proyek Sistem Penyediaan Air Bersih (SPAM) senilai Rp1,1 Triliun. Ditargetkan,  fisik pekerjaan proyek tersebut akan terlihat ditahun 2019.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Kota Bandarlampung, Suratmin, meminta PDAM Way Rilau untuk meminimalisir kerusakan saluran air lantaran sangat merugikan masyarakat. Ia juga meminta PDAM Way Rilau untuk membuat program pemerataan distribusi air.

Baca Juga  Herman HN Hadiri Muswil IKA PMII

\”Kami mewakili warga, hanya meminta perusahaan untuk mencegah kerusakan saluran air, karena kalau rusak warga yang jadi susah. Kemudian harus dipikirkan program yang membuat pendistribusian air merata di Kota Tapis Berseri, sebab belum semua kecamatan tersentuh oleh PDAM,\” pungkasnya.(Agis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *