oleh

Bantu Korban Bencana Sulteng, DPRD Bandar Lampung Sisihkan Gaji

Bandar Lampung (Netizenku.com): Untuk meringankan beban korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), DPRD Bandar Lampung menyisihkan gaji dan melakukan penggalangan dana di lingkungan Kantor DPRD setempat.

Menurut Ketua DPRD Bandar Lampung, Wiyadi, bencana alam yang dialami korban di Sulawesi Tengah merupakan duka masyarakat bersama.

Dia juga mengatakan, sudah seharusnya masyarakat Indonesia saling membantu dalam meringankan penderitaan yang dialami korban di Sulteng

Baca Juga  Gubernur Ramah Tamah dengan Mayor Jendral TNI (Mar) Suhartono

\”Sudah seharusnya kita saling membantu dan bahu membahu dalam menolong saudara kita yang tengah ditimpa musibah. Karena uluran tangan kita pastinya akan membantu mereka di sana,\” ujar Wiyadi saat dihubungi pada Rabu (10/10/2018).

Untuk itu, pihaknya melakukan penggalangan dana dari sesama anggota dewan guna meringankan korban di Sulteng.

\”Bantuan dana yang digalang itu berasal dari anggota DPRD Bandar Lampung, yang dikoordinir oleh masing masing fraksi. Selain itu juga berasal dari jajaran sekretariat DPRD. Sampai saat ini sudah terkumpul sebanyak Rp 23 juta,\” kata Wiyadi.

Baca Juga  Anggota DPRD Bandar Lampung Asal PKB Diminta Tarik Diri dari Pemakzulan Yusuf Kohar

Dana itu nantinya akan disalurkan melalui relawan Pemerintah Kota Bandar Lampung yang sudah berangkat menuju lokasi bencana.

Sebelumnya, Walikota Bandar Lampung, Herman HN melepas 30 relawan yang akan membantu korban bencana Palu-Donggala-Sigi, di Ruang Rapat Wali Kota Bandar Lampung, Selasa (9/10).

Herman HN mengatakan, pemkot memberikan bantuan sebesar Rp650 juta yang bersumber dari APBD dan mengirimkan 30 relawan, dengan rincian 10 dokter dan 20 perawat.

Baca Juga  Dimakzulkan DPRD Bandar Lampung, Kohar Siap Sidang di MA Tanpa Pengacara

\”Jumlahnya ada 30 relawan, itu terduri dari 10 dokter dan 20 perawat. Dari Rp650 juta itu, Rp150 juta kita belikan obat-obatan yang dibutuhkan bagi korban di Sulawesi Tengah,\” ujarnya. (Agis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *