Dorong Tumbuhnya Investasi, Pemprov akan Lakukan Terobosan di  Indonesia Investment Day Singapura

Redaksi

Senin, 20 Juli 2020 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Gubernur Lampung Arinal Djunaidi terus melakukan terobosan untuk mendorong tumbuhnya investasi agar ekonomi rakyat di Provinsi Lampung kembali bangkit. Salah satunya dengan menunjukkan potensi investasi Lampung di ajang 3th Indonesia Investment Day (IID) Singapura, yang akan dilakukan secara virtual.

“Kita harus mendorong investasi agar ekonomi kerakyatan kita bangkit,” ujar Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat menerima audiensi dari Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung, di Ruang Kerja Gubernur, Kantor Gubernur, Senin (20/7).

Baca Juga  Elly Wahyuni Nilai Kebijakan Pendidikan Ringankan Beban Masyarakat Lampung

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Lampung memiliki potensi yang sangat besar. Dalam rangka meningkatkan investasi, maka perlu kemudahan perizinannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk menarik investor maka harus ada kemudahan dalam perizinan. Namun mereka juga harus membangun Lampung,” jelasnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan menjelaskan dalam rangka menarik investor pada acara 3th IID itu, Bank Indonesia bersama Pemprov Lampung akan memaparkan perkembangan perekonomian Lampung, pertumbuhan ekonomi, berbagai potensi Lampung di sektor pertanian (Kopi, lada, udang, singkong, karet), dan berbagai potensi lainnya.

Baca Juga  Budiman AS Minta Kapolda Baru Lanjutkan Pemberantasan Narkoba di Lampung

Usai mengikuti rapat, Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto menuturkan bahwa Gubernur Arinal sudah memberikan arahan untuk mengikuti 3th IID Singapura secara virtual.

Investor saat ini sedang “wait and see”. Oleh karena itu, lanjut Fahrizal, optimisme harus terus dibangun. \”Kita harus memggunakan kesempatan ini untuk memperlihatkan potensi kita. Sehingga pada saatnya ekonomi bergerak, mereka akan menjadikan Lampung untuk investasi,” ujar Fahrizal.

Baca Juga  Lampung Perkuat Hilirisasi Kakao Pesawaran untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Fahrizal mengatakan Pemprov Lampung menargetkan investasi masuk. Untuk menarik investor, pihaknya melakukan upaya perbaikan regulasi.

\”Kita juga melakukan pembenahan dinas PTSP untuk memberikan pelayanan dan update peluang investasi,” ujar Fahrizal. (rls)

Berita Terkait

Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah
Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas
Lampung Perkuat Infrastruktur dan Layanan untuk Perluas Pasar Ekspor
Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah
Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa
Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana
Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB