BERBAGI
Herman HN: Jangan takut divaksinasi!
Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi menjadi orang yang pertama divaksinasi Covid-19 di tingkat Kota Tapis Berseri di Mal Pelayanan Satu Atap Pemkot disaksikan Kepala Dinas Kesehatan setempat Edwin Rusli (kiri), Jumat (15/1). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Lentera SL): Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung menyambut baik wacana imunisasi Covid-19 bagi wartawan.

“Kita mendukung vaksinasi untuk wartawan tapi belum sekarang, mungkin sekitar Maret atau April,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota setempat, Edwin Rusli, Senin (25/1).

Dia mewanti-wanti pelaksanaan vaksinasi bagi wartawan harus sesuai prosedur lewat SMS pemberitahuan dari pemerintah pusat dengan terlebih dulu mendaftarkan identitas wartawan yang menjadi sasaran penerima vaksin Covid-19.

“Kita siap untuk melakukan vaksinasi pada wartawan, kita sudah dilatih,” ujar Edwin.

Pemberian vaksin Covid-19 bagi wartawan mengemuka saat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan akan memfasilitasi para pewarta dalam program vaksinasi.

Reihana  yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Lampung mengusulkan wartawan mendapat vaksin pada tahap kedua.

Nantinya, para juru warta itu divaksin bersama petugas publik lainnya, seperti TNI, Polri, dan guru.

“Vaksin tahap kedua, saya minta rekan-rekan media dimasukkan karena membantu pelayanan publik,” kata Reihana.

Namun pemberian vaksin bagi wartawan menuai pro kontra dari organisasi profesi wartawan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung meminta pemerintah tidak mengistimewakan wartawan terkait program vaksinasi Covid-19.

“Sebagai warga negara, wartawan berhak mendapatkan vaksin, namun perlakuannya tidak perlu memberi keistimewaan,” kata Ketua AJI Bandarlampung Hendry Sihaloho, Minggu (24/1).

AJI meminta pemerintah menghindari memberikan keistimewaan kepada kelompok tertentu, termasuk kepada wartawan.

“Jurnalis memang kalangan yang rentan terkena virus corona karena mobilitas tinggi dan berinteraksi dengan banyak orang. Namun, hal itu bukan menjadi alasan pembenar untuk memperlakukan mereka secara istimewa,” ujar Hendry.

Sementara Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam melakukan vaksinasi tahap kedua bagi wartawan, khususnya yang ada di Provinsi Lampung.

Ketua PFI Lampung, Arliyus Rahman mengatakan, wartawan juga merupakan garda terdepan untuk dilakukan vaksinasi. Hal ini merujuk karena profesi wartawan sangat rentan di lapangan tertular virus corona.

“Wartawan setiap hari bergelut di lapangan mencari berita. Tak menutup kemungkinan profesi ini lebih rentan terkena Covid-19,” kata dia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here