Dinilai Anggap Remeh, KPU Bandarlampung akan Didemo 

Agis Dwi Prakoso

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laskar Lampung melakukan persiapan jelang unjuk rasa KPU terkait 'maskot kera'.

Laskar Lampung melakukan persiapan jelang unjuk rasa KPU terkait 'maskot kera'.

Bandarlampung (Netizenku.com): Laskar Lampung akan menggelar unjuk rasa terkait “maskot kera” KPU Bandarlampung yang hingga kini belum menemui titik terang.

Ketua Laskar Lampung, Nero Koenang, menjelaskan bahwa pihak KPU seakan anggap remeh tuntutan yang dilayangkan berbagai elemen masyarakat dan ormas.

Sebab, kelompok adat yang terundang di Hotel Sheraton Lampung pada Sabtu (25/5) lalu saat KPU melangsungkan maaf, bukanlah kelompok adat yang mempermasalahkan ‘maskot kera berkain tapis’.

Ditambah lagi tidak adanya itikad baik KPU meski telah menuai banyak kritik. “Kami sedang mengkonsilidir berbagai ormas dan elemen masyarakat. Kami berencana akan melangsungkan unjuk rasa pada Jumat mendatang,” ujar Nero saat dihubungi pada Selasa (11/6).

Selain menargetkan KPU, Laskar Lampung yang menjadi motor gerakan menuntut Polda Lampung memproses laporan yang hingga kini mandek.

“Kita sudah ke Polda, laporan kita tidak diproses hingga sekarang,” tegasnya.

Diketahui, KPU Kota Bandarlampung telah meminta maaf dan mengaku bersalah atas penggunaan maskot kera berkain tapis. Hal tersebut dilakukan di Ballroom Hotel Sheraton Lampung pada Sabtu (25/5).

Baca Juga  Peringati Bulan Bung Karno, Dewi Nadi Tegaskan Pancasila Perekat Perbedaan

Ketua KPU Bandarlampung, Dedy Triyadi, mengaku kelalaian tersebut bukan unsur kesengajaan, tetapi disebabkan ketidaktahuan, tanpa ada niat merendahkan adat istiadat masyarakat Lampung.

Atas hal itu, KPU Kota Bandarlampung memutuskan Pilkada Bandarlampung 2024 tidak menggunakan maskot. “Tidak sama sekali, tidak ada lagi maskot. KPU hanya akan menggunakan jingle Pilkada Bandarlampung saja. Maskot tidak akan digunakan selama tahapan pilkada,” ujar dia.

Baca Juga  GRANAT Sinergis BNN Dukung Program P4GN

Permintaan maaf tersebut diklaim dilakukan perwakilan tokoh adat saibatin dan pepadun se-Provinsi Lampung. Simbol permohonan maaf secara adat ini diterima oleh perwakilan tokoh adat saibatin marga teluk betung disaksikan oleh tokoh adat saibatin dan pepadun.

Meski demikian, Laskar Lampung menilai tindakan KPU adalah langkah memecah belah masyarakat adat. Sebab terundang dalam acara permintaan maaf KPU bukanlah masyarakat adat yang representatif. (Agis) 

Berita Terkait

Bawaslu Bandarlampung Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pilkada 2024
Strategi Dinkes Lampung Tanggulangi TBC
Tantangan dan Kendala Penanganan TBC di Lampung
IKM Lampung Didorong Kantongi Sertifikat TKDN-IK
PLN Cek kWh Meter Pelanggan untuk Cegah Bahaya Kebakaran
2 Unit Tambahan Mobil Pemadam Isi Pos Labuhan Ratu dan Telukbetung Utara
Ditutup Sementara, Gudang Bungkil Way Laga Diminta Keluarkan CSR
Program Vokasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK di Lampung

Berita Terkait

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:04 WIB

Tantangan dan Kendala Penanganan TBC di Lampung

Jumat, 14 Juni 2024 - 14:07 WIB

IKM Lampung Didorong Kantongi Sertifikat TKDN-IK

Kamis, 13 Juni 2024 - 20:45 WIB

PLN Cek kWh Meter Pelanggan untuk Cegah Bahaya Kebakaran

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:18 WIB

Program Vokasi Tingkatkan Kualitas Lulusan SMK di Lampung

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:15 WIB

Diskeswan Tingkatkan Upaya Pencegahan Penyakit Zoonosis pada Hewan Kurban

Kamis, 13 Juni 2024 - 15:12 WIB

PPPA Himbau Masyarakat Berani Lapor Ketika Menjadi Korban Kekerasan

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:06 WIB

Pemprov Bakal Evaluasi PRL 2024

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:05 WIB

PLH Gubernur Lampung Pimpin Rapat Perdana, Tekankan Keberlanjutan Program Kerja

Berita Terbaru