Cek Titer Antibodi Paska Vaksinasi Covid-19 Belum Dianjurkan

Redaksi

Senin, 31 Mei 2021 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala UTD PMI Provinsi Lampung, dr Aditya M Biomed, menjadi orang pertama yang menjalani donor plasma konvalesen di PMI Lampung, Senin (1/3). Foto: Netizenku.com

Kepala UTD PMI Provinsi Lampung, dr Aditya M Biomed, menjadi orang pertama yang menjalani donor plasma konvalesen di PMI Lampung, Senin (1/3). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Ketua Cabang Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandarlampung, dr Aditya M Biomed, mengatakan pemeriksaan titer antibodi paska vaksinasi Covid-19 belum dianjurkan karena belum ada standardisasi titer antibodi vaksin Covid-19.

“Kalau mau diukur ya monggo-monggo saja sih cuma harus jelas petunjuk dari vaksinnya,” kata dr Aditya saat dihubungi Netizenku.com, Senin (31/5).

Titer antibodi adalah tes laboratorium yang mengukur kehadiran atau jumlah antibodi dalam darah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka standar untuk titer antibodi yang saya tahu untuk donor plasma konvalesen, harus lebih atau sama dengan 120. Kita tidak bisa juga mengatakan kalau di bawah 120 tidak baik, kan bukan untuk donor tapi untuk dirinya sendiri,” ujar dr Aditya.

Baca Juga  Eva Bawa Semangat Kolaborasi dari Rakernas APEKSI

Dia menjelaskan apabila titer antibodi belum terbentuk dalam tubuh, setelah divaksinasi Covid-19, tidak berarti kualitas vaksinnya jelek.

“Bisa jadi tubuh orang itu yang tidak merespon baik. Vaksin Covid-19 seperti vaksin lainnya, hepatitis dan flu, tergantung respon tubuh,” tegas dia.

Terbentuknya titer antibodi, lanjut dr Aditya, dipengaruhi beberapa faktor di antaranya teknis pemeriksaan, rantai dingin (cold chain) vaksin Covid-19, teknik penyuntikan, dan petugas yang menyuntik (vaksinator).

“Kita tidak bisa menghakimi jelek vaksinnya, harus komperhensif, mungkin Kemenkes yang harus sudah punya guide line atau petunjuk caranya. Jadi harus clear dari awal petunjuk-petunjuk yang seperti itu,” kata dia.

Namun dr Aditya secara pribadi menyatakan setuju bagi masyarakat yang ingin mengukur titer antibodi usai divaksinasi Covid-19.

Baca Juga  Biawak di Jendela, Sanca Bersembunyi di Bawah Meja

Hal ini berguna untuk mengetahui kapan waktunya divaksinasi ulang dan jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan lebih lanjut.

“Kayak vaksin meningitis untuk calon jamaah haji, 3 tahun baru divaksinasi lagi. Vaksin influenza baru divaksin setahun lagi. Kalau disuntik dengan vaksin Sinovac tapi antibodinya tidak terbentuk, saran saya untuk suntik vaksin berikutnya ganti merek,” ujar dia.

“Jangan vaksin yang sama karena sudah dicoba kan tidak terbentuk antibodi,” lanjut dia.

Sebagai Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya mengatakan dirinya belum mendapatkan petunjuk lebih lanjut dari Pengurus Besar IDI.

Dia menilai setelah mengikuti vaksinasi Covid-19, seharusnya dibarengi dengan pemeriksaan titer antibodi dalam periode tertentu.

“Ukur titer antibodi bisa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) tapi bukan total, cuma Immunoglobulin G (IgG). Di Bandarlampung yang paling baik masih di Prodia, total IgG dan IgM. Tapi tetap ada plus minusnya,” kata dia.

Baca Juga  Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS

Prodia, jelas dr Aditya, hanya bisa mengukur titer antibodi maksimal 250.

“Kalau di atas 250 dia sebutkan saja lebih 250, berapa pastinya ya gak tahu. Beda dengan Labkesda.”

Aditya yang juga Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lampung mengatakan pemeriksaan titer antibodi seyogianya bisa menjadi rambu-rambu atau petunjuk untuk meredam isu hoaks terkait vaksin Covid-19.

“Evaluasi vaksin Covid-19 di Program Vaksinasi itu jobnya Pengurus Besar IDI karena ada Kasatgasnya Prof Zubairi Djoerban,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

HUT Ke-81 RI, Pemkot Bandar Lampung Gelar Upacara dan Lomba Bersama Forkopimda
Bandar Lampung Peroleh Bantuan 300 Bedah Rumah BSPS
Pemkot Ajak Warga Jaga Kerukunan, Rawat Perbedaan
Pemkot Perkuat Tata Kelola Program
1,19 Juta Wisatawan Datang ke Bandar Lampung
292 Alat Bantu untuk Warga Bandar Lampung
PSEL Lampung Raya Mulai Dimatangkan
Kodam XXI/Radin Inten Genap Satu Tahun

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:23 WIB

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Gubernur Lampung Ikuti Upacara Detik Detik Proklamasi Secara Virtual

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:22 WIB

Gubernur Lampung, Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat melalui Pembangunan yang Nyata

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pengusaha Jambi Laporkan Dugaan Penipuan Proyek Fiktif Rp465 Juta ke Polda Lampung

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:57 WIB

Konflik PT BSA Memanas, Wahrul Desak Pemerintah Pusat Turun Tangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Putra Jaya Umar, Antara Kebun, Petani, dan Tanggung Jawab Sebagai Wakil Rakyat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pulung Kencana Berseru, Putra Jaya Umar Siap Kawal Jalan hingga Sumur Bor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Peduli Lingkungan, Mahasiswa Universitas Malahayati Edukasi Dasawisma Yosorejo Bikin Ecobrick

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agu 2026 - 20:24 WIB

Tulang Bawang Barat

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Rabu, 19 Agu 2026 - 16:24 WIB

E-Paper

Lentera Swara Lampung | 165 | Rabu, 19 Agustus 2026

Rabu, 19 Agu 2026 - 08:09 WIB

Lampung

BPBD Lampung Siap Bantu Korban Gempa NTT

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:23 WIB