Bujung Tolak Pemasungan Hak Politik Warga Ponpes

Redaksi

Kamis, 8 Februari 2018 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khaidir Bujung

Khaidir Bujung

Bandarlampung (Netizenku): Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Khaidir Bujung, kurang sepakat jika ada pernyataan yang menyebut warga pondok pesantren (ponpes) untuk tidak berpolitik praktis, termasuk pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak mendatang.

Ketua DPC PKB Tulangbawang, ini beranggapan apa yang dikatakan Ketua Pengawas Pemilu (panwaslu) Kota Bandarlampung, Chandrawansyah di media cetak, terkait pembatasan ponses untuk tidak berpolitik praktis, sebagai hal keliru.

Baca Juga  Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS

Sebab menurut Bujung, yang dikenal punya hubungan kedekatan dengan kalangan Nahdliyin itu, pola pikir demikian tak ubahnya sikap membatasi hak politik warga negara. Bahkan, imbuhnya, ungkapan yang seakan \’mengharamkan\’ kiai dan santri bersentuhan dengan politik tersebut, berpotensi melahirkan persepsi bahwa kiai dan santri cenderung golput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

”Para kiai juga kan warga negara seperti kita semua. Mereka tentu punya pilihan, sebagai pemenuhan hak politik mereka, untuk menentukan sosok calon kepala daerah, misalnya, yang sejalan dengan hak politiknya tersebut. Jadi jangan sampai kita punya pemikiran buat mengebiri atau membatasi ponpes,” tegasnya, Kamis (8/2).

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

Terlebih, sergah Bujung, kiai dan warga ponpes bukan PNS yang memang sudah terikat aturan untuk tidak boleh ikut campur, apalagi berkecimpung di ranah politik pun termasuk berpolitik praktis.

”Karena ponpes tidak terikat dengan aturan apa pun yang membatasi hal-hal serupa itu, ditambah lagi para kiai dan warga ponpes punya kewajiban untuk mencari pemimpin yang benar-benar memperhatikan rakyat, dan urusan pemimpin daerah ranahnya di politik, maka mau tidak mau kiai dan warga ponpes bakal bersinggungan dengan urusan politis,\” urai Bujung. (Yundi)

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:48 WIB

Zulhas Apresiasi IDS Sumatra 2026 Digelar Tanpa APBD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:45 WIB

Petugas Kebersihan Tetap Siaga di Tengah Ramainya IDS Sumatra 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:43 WIB

IDS Sumatra 2026 Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:41 WIB

IDS Sumatra 2026 di Lampung Selatan Digelar Tanpa APBD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:35 WIB

Dagangan Pedagang Asongan Ludes di IDS Sumatra 2026

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:41 WIB

Pemkab Lampung Selatan Percepat Transformasi Sistem Kerja ASN

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:38 WIB

Lampung Selatan Tuntaskan 99,9 Persen Imunisasi Zero Dose 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:36 WIB

Layanan ASN Makin Prima, Pemkab Lampung Selatan Perpanjang Sinergi dengan PT Taspen

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Zulhas Apresiasi IDS Sumatra 2026 Digelar Tanpa APBD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:48 WIB

Lampung Selatan

Petugas Kebersihan Tetap Siaga di Tengah Ramainya IDS Sumatra 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:45 WIB

Lampung Selatan

IDS Sumatra 2026 Dongkrak Pendapatan Pedagang Kecil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:43 WIB

Lampung Selatan

IDS Sumatra 2026 di Lampung Selatan Digelar Tanpa APBD

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:41 WIB