oleh

Besok, Warga Suku Baduy Sambangi Tubaba

Tulangbawang Barat (Netizenku.com): Pemkab Tulangbawang Barat sedang mempersiapkan kedatangan warga suku Baduy Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ke kabupaten setempat, Selasa (17/7) besok.

Kedatangan sekitar 10-an orang warga tokoh adat Suku Baduy tersebut ke Tulang Bawang Barat (Tubaba) tersebut, dalam rangka melakukan prosesi adat pemindahan rumah adat milik Suku Baduy ke kabupaten setempat. Suku Baduy merupakan salah satu suku yang mengisolasi diri mereka dari dunia luar (perkembangan zaman dan teknologi), selalu menjaga kelestarian alam dan masih menjunjung tinggi adat istiadatnya. Mereka adalah suku bangsa Indonesia yang bertempat tinggal di Pegunungan Kendeng Kabupaten Lebak, Banten.

Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad, mengatakan bahwa kedatangan Suku Baduy ke Tubaba merupakan hasil pertemuannya dengan tokoh adat Suku Baduy beberapa bulan lalu, dan tokoh adat tersebut ingin menjalin kembali silaturahmi antara Banten (suku Baduy) dengan Lampung paska meletusnya Gunung Krakatau ribuan tahun lalu, peristiwa ini belum pernah terjadi di Indonesia baru akan terlaksana di Tubaba sehingga ini merupakan peristiwa yang langka. \”Nah, untuk jalinan tersebut mereka akan mengirim rumah adat asli Suku Baduy ke Tubaba,\” terang Umar kepada¬†Netizenku.com, Senin (16/7).

Baca Juga  Tetapkan Gaji, Perusahaan Harus Patuhi SK Gubernur

Rumah Adat Suku Baduy ini, lanjut Umar, akan ditempatkan di pinggir ruas jalan calon Mapolres Tubaba dan Stadion Tubaba, samping Lokasi Calon Kantor PWI, di Rawa Kebo Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah di belakang Rumdis Bupati sekitar 500 meter dari Jalan Protokol Kabupaten Tubaba yakni ruas Pulung Kencana-Panaragan Jaya, dan berada di pinggiran aliran sungai.

\”Tempatnya sudah kita tentukan, bahkan lokasinya saat ini sedang kita garap di rancang secara natural seperti tempat mereka berdiam di Kabupaten Lebak yang banyak terdapat perbukitan, dan aliran sungai. Dan memang warga Suku Baduy ini banyak tinggal di dekat aliran sungai,\” paparnya.

Baca Juga  TP PKK Tubaba Fokus Sampah Plastik dan Stunting

Menurut Umar, pemindahan rumah asli Suku Baduy dan kedatangan sekitar 10 orang tokoh adat Suku Baduy ini akan disambut secara adat Baduy, dan adat suku bangsa yang ada di Kabupaten Tubaba. \”Mereka hadir ke Tubaba dan disambut secara adat dilokasi penempatan rumah adat mereka,\” paparnya.

Umar berharap, dengan adanya rumah adat asli Suku Baduy di Tubaba dapat terus memperkenalkan Kabupaten Tubaba ke kancah nasional dan internasional sehingga Tubaba menjadi tujuan wisata bagi para turis lokal dan mancanegara. \”Tubaba juga mempunyai rencana/konsep pembuatan Kota di Kawasan Transmigrasi, semoga ini juga sejalan dengan hal tersebut, dan rencana ini dapat terlaksana,\” pungkasnya.

Baca Juga  Dalam 24 Jam Polisi Ungkap Pelaku Curat di Alfamart

Sementara itu, Ketua Federasi Marga Empat Megowpak Tulangbawang, Herman Arta mengatakan, kegiatan tersebut akan dilaksanakan Selasa (17/7) yang disambut secara adat oleh Marga Empat Megowpak Tulangbawang bersama masyarakat di Tubaba. \”Marga kami punya istilah Gham Anggum di Tetamo, falsafah ini mempunyai istilah setiap tamu yang datang kita hargai, sehingga kita sambut secara adat,\” terangnya.

Setelah disambut secara adat Lampung, kata dia, nantinya tokoh adat Baduy dan Warga Adat Megowpak Tulangbawang beserta masyarakat menuju ke lokasi penampatan Rumah Asli suku Baduy untuk melakukan ruah bumi dan peletakan batu pertamanya. \”Orang Lampung, ketika akan mendirikan suatu bangunan melakukan yang namanya ruah bumi dengan memotong ayam, kambing, atau kerbau, dan besok kita akan melakukan pemotongan kerbau,\” singkatnya. (Arie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *