oleh

Badan Ekonomi Kreatif Kenalkan BISMA Pada Pelaku Usaha

Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) resmi perkenalkan Aplikasi BISMA (Bekraf Information System Mobile Aplication) kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Horison Hotel Bandarlampung, Kamis (2/8).

Bisma sendiri adalah aplikasi yang disediakan bagi para pelaku industri kreatif untuk melakukan registrasi/pendaftaran perusahaan ke dalam database Bekraf.

Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Bekraf, Ahmad Rekotomo mengatakan, keuntungan bagi para pelaku usaha kreatif bergabung dalam aplikasi Bisma sendiri ialah mereka akan mendapatkan prioritas dalam event-event yang diadakan Bekraf.

Baca Juga  UIN Lampung Wisuda 660 Sarjana

“Event itu antara lain Bekraf expo, Bekraf award, kompetisi industri kreatif, pameran, pelatihan, bimbingan teknis, pendaftaran HKI, pemasaran, pembiayaan, inkunator dan market place,\” katanya.

Ia juga menjelaskan Aplikasi Bekraf dapat diunduh di http://www.bisma.bekraf.go.id, dengan menyiapkan data tentang perusahaan seperti nama usaha, tahun berdiri, pendiri, jumlah pegawai, alamat usaha, email perusahaan untuk pendaftarannya.

Baca Juga  Polda Lampung Gandeng IDI Percepatan Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Budiharto menjelaskan, pendaftaran secara online ini sangat penting dilakukan bagi para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Provinsi Lampung.

“Pelaku ekonomi kreatif sudah akan dijamin dalam 16 sub sektor industri kreatif yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif,” ungkapnya

Provinsi Lampung lanjutnya, memiliki potensi besar dalam aspek ekonomi kreatif, seperti kuliner, handycraft, fashion, kesenian, budaya dan teknologi. Saat ini yang diperlukan adalah penggalian dan pengembangan potensi tersebut.

Baca Juga  Pemkot Bandarlampung Mulai Simulasi PTM Terbatas

\”Selama ini provinsi Lampung telah berupaya untuk mengembangkan potensi yang ada, antara lain meliputi pemberian bantuan permodalan, pemberian bantuan peralatan, pembinaan dari sisi manajemen, peningkatan kompetensi SDM, hingga mengikutsertakan pelaku usaha dalam pameran baik di dalam negeri maupun luar negeri. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM serta kualitas produk ekonomi kreatif,\” pungkasnya. (Aby)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *