Dua Helikopter Dikerahkan, Penanganan Karhutla TN Way Kambas Dipercepat

Tauriq Attala Gibran

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur.

Lampung (Netizenku.com): Dukungan tersebut disampaikan Presiden saat memantau perkembangan penanganan karhutla melalui konferensi video dari Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang, Senin (24/8/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung mengikuti konferensi video tersebut secara daring sekaligus menyampaikan laporan kondisi terkini di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas arahan Presiden dan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mempercepat pemadaman karhutla di Lampung. Satu helikopter didatangkan dari Palembang dan satu lainnya dari Jawa Timur.

Selain dukungan pemadaman udara, pemerintah pusat juga menambah 20 unit pompa air beserta selang sepanjang tiga kilometer untuk menjangkau lokasi kebakaran yang jauh dari kanal maupun sumber air.

Baca Juga  Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat

Bantuan lainnya meliputi flexible tank, drone penyemprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, hingga 100 liter, serta pengerahan Tim Alfa TNI untuk membantu penanganan dari darat.

Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap kondisi karhutla di Lampung dan meminta seluruh jajaran bergerak cepat agar lahan yang terbakar segera dipadamkan.

“Kalau bisa saya minta 100 hektare itu segera dipadamkan ya,” ujar Presiden.

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Presiden, terdapat 79 titik panas (hotspot) di Provinsi Lampung dengan total luas lahan yang masih terbakar sekitar 100,74 hektare. Penanganan terkonsentrasi di kawasan TNWK, terutama area alang-alang yang rentan terbakar saat cuaca panas.

Kebakaran di kawasan TNWK pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8/2026). Titik api pertama berhasil dipadamkan pada Sabtu malam (22/8). Namun, pada Minggu (23/8), titik api baru kembali muncul sekitar dua kilometer dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Hingga Senin (24/8), kebakaran dilaporkan telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan karena bara api berpotensi bertahan di bawah lapisan alang-alang kering dan kembali muncul ke permukaan.

Petugas juga membuat sekat di sejumlah titik untuk mencegah api merambat dari kawasan alang-alang menuju hutan. Salah satu kendala penanganan adalah jarak sumber air yang mencapai sekitar 1,5 hingga tiga kilometer dari titik kebakaran.

Gubernur Mirza menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan dengan tetap memperhatikan kelestarian kawasan konservasi dan keselamatan satwa di dalam TNWK. Kawasan tersebut merupakan habitat bagi 11 kelompok gajah liar.

Berdasarkan hasil pemantauan, kelompok gajah liar yang paling dekat berada sekitar 27 kilometer dari titik api. Sementara gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) berjarak sekitar delapan kilometer dari lokasi kebakaran dan dipastikan aman serta tidak terdampak.

Baca Juga  Mikdar Ilyas Dorong Pemprov Lampung Siapkan Anggaran Khusus Penanganan Bencana

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Forkopimda hingga petugas di lapangan dan pos-pos terdepan.

“Sampaikan terima kasih saya ke semua petugas di lapangan, semua di posko-posko, di pos-pos depan. Kita akan upayakan dukungan untuk semua yang berada di depan,” ujar Presiden.

Presiden turut mengingatkan jajaran pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah masing-masing di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu. Kita atasi ini memang cuaca tidak bersahabat sementara, tapi bisa kita atasi,” tandasnya.

Pemprov Lampung bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait akan melanjutkan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan hingga api benar-benar padam. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara tersisa maupun titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran kembali di kawasan TNWK. (*)

Berita Terkait

Winarti Minta Komang Koheri Prioritaskan Pertanian dan Infrastruktur Lampung Tengah
Lantik Komang Koheri, Mirzani Tekankan Sinergi Pembangunan dan Integritas
Lampung Perkuat Infrastruktur dan Layanan untuk Perluas Pasar Ekspor
Komang Koheri Resmi Dilantik, Siapkan Agenda Pembangunan Lampung Tengah
Mikdar Ilyas Dorong Penguatan Distribusi Pupuk untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirza Ajak Generasi Muda Kembangkan Hilirisasi Komoditas Unggulan Desa
Wagub Jihan Pastikan Pembangunan Kampung Nelayan Berjalan Sesuai Rencana
Wagub Jihan Salurkan Bantuan Sosial dan Alat Bantu Disabilitas di Pesisir Barat

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB