Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Tauriq Attala Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan, pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menghadapi sejumlah kendala, mulai dari karakteristik lahan gambut, angin kencang, hingga keterbatasan akses sumber air.

Lampung (Netizenku.com): Meski demikian, upaya pemadaman yang didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan perkembangan positif. Sekitar lima hektare lahan dapat dipadamkan setiap hari melalui pengerahan personel dan dukungan peralatan pemadaman.

Hal tersebut disampaikan Mirza saat meninjau penanganan karhutla di kawasan TNWK, Lampung Timur, bersama Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi, Sabtu (24/10/2026). Keduanya juga memantau sejumlah titik kebakaran menggunakan helikopter untuk melihat kondisi lapangan dan kebutuhan penanganan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Hari ini progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Mirza.

Baca Juga  DPRD Lampung Soroti SLHS Dapur MBG

Menurut Mirza, karakteristik lahan gambut dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan dalam menjangkau serta memadamkan titik api, khususnya di bagian utara kawasan TNWK. Kondisi angin kencang juga berpotensi menyulitkan proses pemadaman.

Untuk mengatasi kendala tersebut, penanganan karhutla dilakukan melalui pengerahan personel gabungan, penggunaan pompa dengan selang panjang, serta pemadaman dari udara menggunakan helikopter.

Sementara itu, berdasarkan pemantauan satelit hingga Sabtu (24/10/2026) pukul 06.44 WIB, Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengungkapkan terdapat 110 titik api yang terdeteksi di Provinsi Lampung. Dari hasil pemantauan tersebut, sekitar 68 hektare lahan dilaporkan masih belum padam.

Baca Juga  Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu

BNPB juga mengupayakan penambahan peralatan pemadaman berupa pompa dan selang panjang yang dapat menjangkau titik api hingga hampir tiga kilometer. Peralatan tersebut dinilai efektif untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

Selain itu, pemadaman dilakukan melalui water bombing menggunakan helikopter dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung upaya penanganan karhutla.

Sebanyak 360 personel gabungan dikerahkan dalam operasi tersebut, termasuk sekitar 330 personel TNI bersama unsur BNPB, Pemerintah Provinsi Lampung, BPBD, Polri, Manggala Agni, dan pihak terkait lainnya.

Di samping mempercepat pemadaman, Mirza mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap masyarakat di sekitar TNWK yang terdampak asap kebakaran.

Pemeriksaan difokuskan pada dampak paparan asap terhadap saluran pernapasan dan kondisi paru-paru warga.

Baca Juga  Disdik Lampung Perkuat Pengawasan Siswa Cegah Keterlibatan Narkoba

Sementara itu, Kristomei menekankan pentingnya evaluasi untuk mengetahui penyebab kebakaran, terutama pada titik-titik yang berada di sekitar permukiman. Evaluasi akan melibatkan aparat penegak hukum dan unsur terkait guna memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam atau aktivitas manusia.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memperburuk kondisi karhutla.

“Di satu sisi, ada saudara-saudara kita yang sedang berjuang memadamkan api. Karena itu, jangan sampai di sisi lain masih ada yang membakar hutan dan lahan. Dampaknya dirasakan bersama oleh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung bersama BNPB dan unsur terkait terus berkoordinasi untuk mempercepat pemadaman karhutla sekaligus mencegah munculnya titik api baru di kawasan TNWK. (*)

Berita Terkait

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD
Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo
RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA
Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Tim Mini Soccer PWI Lampung Menang 7-1 dalam Tiga Laga Trofeo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Berita Terbaru