Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief mulai mempersiapkan konsolidasi organisasi dan Musyawarah Cabang (Muscab) setelah menerima surat keputusan (SK) kepengurusan periode 2026–2031 dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Lampung (Netizenku.com): SK kepengurusan tersebut diserahkan DPP pada 21 Oktober 2026. Dalam struktur baru, Edy Irawan Arief kembali dipercaya memimpin DPD Partai Demokrat Lampung, didampingi Yozi Rizal sebagai sekretaris dan Amaludin sebagai bendahara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edy mengatakan, langkah awal kepengurusan baru difokuskan pada sosialisasi struktur organisasi dan persiapan Muscab di tingkat kabupaten/kota. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memastikan seluruh jajaran partai siap menjalankan agenda organisasi.
“Hari ini kita sosialisasikan SK kepada Fraksi. Petunjuk DPP juga, kita siap menggelar Muscab. Besok kita surati DPC untuk mempersiapkan diri menggelar Muscab, sekaligus pelantikan bersama nantinya,” kata Edy, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, komposisi kepengurusan DPD Partai Demokrat Lampung masih didominasi kader berpengalaman. Meski demikian, struktur tersebut tetap memberikan ruang bagi keterwakilan perempuan.
“Sekitar 60 persen kepengurusan ini wajah lama, sedangkan keterwakilan perempuan mencapai 32 persen,” ujarnya.
Edy menegaskan, konsolidasi organisasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Demokrat Lampung menghadapi agenda politik mendatang. Penataan kepengurusan hingga tingkat cabang diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menggerakkan kerja-kerja politik partai.
Ia juga menetapkan target politik bagi Demokrat Lampung untuk lima tahun ke depan. Target minimal yang ingin dicapai adalah memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT), sedangkan target optimistisnya merebut posisi pimpinan DPRD.
“Target minimal kami lolos parliamentary threshold (PT). Target optimistis kami pimpinan DPRD,” tegasnya.
Dengan dimulainya konsolidasi dan persiapan Muscab, kepengurusan Demokrat Lampung periode 2026–2031 dihadapkan pada pekerjaan awal untuk memperkuat struktur organisasi dan menyatukan langkah kader dalam mencapai target politik yang telah ditetapkan. (*)








