Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Liwa, Lampung Barat, periode 2026/2027, benar-benar terasa seperti pesta demokrasi.
Lampung Barat (Netizenku.com): Bedanya, kalau pemilu biasanya identik dengan ketegangan dan kampanye, di sekolah ini suasananya justru berlangsung riang gembira. Para siswa ikut menentukan pemimpinnya melalui proses yang dibuat menyerupai pemilihan umum.
Kepala SMA Negeri 1 Liwa, M Suharyadi, mengatakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tahun ini dilaksanakan melalui Pemilu Raya dengan tahapan yang cukup panjang dan demokratis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mulai dari penjaringan calon, tes tertulis, wawancara, kampanye tertutup dan terbuka, debat calon, masa tenang, hingga puncaknya pemungutan suara menggunakan sistem e-voting.
“Pendaftar calon ketua dan wakil ketua ada tujuh pasangan calon. Namun, setelah melalui tes tertulis dan wawancara, tersaring tiga pasangan calon,” kata M Suharyadi.
Menurutnya, ada ketentuan khusus dalam pemilihan tersebut. Calon ketua berasal dari siswa kelas XI, sedangkan calon wakil ketua berasal dari kelas X. Menariknya lagi, calon ketua tidak bebas memilih sendiri siapa yang akan menjadi wakilnya. Wakil ketua ditentukan melalui mekanisme pengundian.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga proses pemilihan tetap adil sekaligus menghindari potensi gesekan antarkandidat.
“Semua calon memiliki kompetensi untuk menjadi pemimpin. Mereka juga sebelumnya pernah menjadi pengurus OSIS di sekolah asal masing-masing,” ujarnya.
Untuk proses pemungutan suara, SMAN 1 Liwa memilih menggunakan sistem e-voting. Selain lebih praktis, cara tersebut juga menjadi pembelajaran bagi siswa bahwa pemilu tidak harus selalu identik dengan biaya besar dan proses yang rumit.
Petugas KPPS dalam Pemilu Raya tersebut juga berasal dari kalangan siswa. Sementara pengawasan dilakukan bersama-sama oleh seluruh warga sekolah.
“Ini sekaligus menjadi pembelajaran demokrasi bagi anak-anak. Mereka belajar bagaimana menjadi calon, berkampanye, berdebat, memilih, sekaligus menerima hasil pemilihan,” kata Suharyadi.
Sementara itu, Ketua KPU Lampung Barat, Doni Risadi, yang menyaksikan langsung pelaksanaan Pemilu Raya tersebut memberikan apresiasi.
Menurut Doni, proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Liwa sudah menyerupai pelaksanaan pemilu, mulai dari tahapan pencalonan hingga pemungutan suara.
“Ini sangat baik karena anak-anak mendapatkan pengalaman langsung bagaimana proses demokrasi berjalan, bahkan lebih canggih, karena pemilihan dilakukan secara e_voting,” katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus membantu KPU dalam menjalankan pendidikan politik dan pendidikan bagi pemilih pemula.
Apalagi, para siswa SMA merupakan calon pemilih pemula yang nantinya akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah.
Hasil pemungutan suara melalui sistem e-voting menunjukkan pasangan nomor urut 1, Rafa Aidin Albarizki–Kenzie Adani Al Habsi, keluar sebagai peraih suara terbanyak dengan 605 suara atau 56,43 persen.
Posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 3, Aurel Azzatin Nisya–Sofyan Dwi Rafa, dengan perolehan 271 suara atau 25,3 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Ahmad Hafiz Wicaksono–Arsyad Mufaddol Al Karim, memperoleh 195 suara 18 persen. (*)








