Akses pendidikan gratis kembali hadir di Kabupaten Lampung Selatan. Pondok Pesantren (Ponpes) dan SMP IT Muhammad Al-Fatih di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, resmi beroperasi setelah diresmikan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Minggu (16/8/2026).
Lampung Selatan (Netizenku.com): Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Egi. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sidomulyo Frans Sinatra Adung, jajaran Forkopimcam, tokoh agama, pengurus yayasan, Kepala Desa Budidaya, wali santri serta ratusan undangan.
Lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Al Fatih Citra Bangsa tersebut memberikan pendidikan tanpa dipungut biaya. Kehadirannya ditujukan untuk memperluas kesempatan belajar, khususnya bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembina Yayasan Al Fatih Citra Bangsa, Ipda Alex Budi Santoso, mengatakan pendirian lembaga pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membentuk generasi yang memiliki kemampuan akademik dan dasar keagamaan.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang utuh. Anak-anak tidak hanya pandai di kelas, tapi juga punya adab, hafalan Al-Qur’an, dan siap menghadapi tantangan zaman,” kata Alex.
Bupati Egi mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, pendidikan bukan hanya menjadi bekal untuk memperoleh pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi.
“Yakinlah bahwa pendidikan adalah salah satu jalan prioritas untuk memutuskan rantai kemiskinan. Karena mau jualan baju, jualan makanan, pasti butuh pendidikan,” ujar Egi.
Ia mencontohkan keterampilan seperti memasak dan menjahit yang dapat dikembangkan menjadi usaha apabila didukung pengetahuan dan kemampuan yang memadai.
Egi juga menekankan pentingnya menyiapkan kualitas sumber daya manusia sejak dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia berharap Ponpes dan SMP IT Muhammad Al-Fatih tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi berkembang secara berkelanjutan dan mampu melahirkan generasi berkualitas.
“Pesantren ini bisa menjadi kawah candradimuka, menjadi wadah lahirnya generasi-generasi emas untuk Indonesia kelak nanti di tahun 2045,” katanya.
Egi turut mengajak masyarakat tidak menjadikan perbedaan latar belakang sebagai penghalang dalam membangun masa depan bangsa.
“Kita boleh berbeda-beda latar belakangnya, kita boleh berbeda-beda nasibnya, tapi kalau kita punya mimpi yang sama untuk Indonesia, untuk bangsa ini, yakinlah segala tantangan itu mampu kita lewati,” ujarnya.
Menurut Egi, lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral.
“Jadi dari sinilah, saya yakin akan lahir generasi-generasi emas Indonesia di tahun 2045,” pungkasnya.
Peresmian Ponpes dan SMP IT Muhammad Al-Fatih menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di Lampung Selatan. Dengan konsep pendidikan gratis yang memadukan ilmu pengetahuan dan pendidikan keagamaan, lembaga tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)








