Bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, Tubaba Football League U-17 Tahun 2026 menjadi panggung bagi talenta muda sepak bola untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun mental kompetitif.
Kecamatan Gunung Agung akhirnya keluar sebagai juara setelah menaklukkan Kecamatan Way Kenanga pada partai final yang digelar di Lapangan Tiyuh Mulya Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (13/8/2026).
Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Partai puncak kompetisi sepak bola usia muda tersebut disaksikan langsung Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Ir. Novriwan Jaya, S.P., bersama jajaran Forkopimda Tubaba. Bupati juga menyerahkan apresiasi dan penghargaan kepada para juara serta seluruh peserta kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, posisi kedua diraih oleh Kecamatan Way Kenanga, dan pertandingan perebutan posisi ketiga dan keempat menempatkan Kecamatan Tulang Bawang Udik sebagai Juara III, sedangkan Kecamatan Tumijajar harus puas berada di posisi IV.
Bupati Tubaba Novriwan Jaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain, panitia, perangkat kecamatan, serta masyarakat yang telah ikut mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.
Menurutnya, turnamen sepak bola usia muda memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Football League menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan energi secara positif sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan atlet sepak bola di Kabupaten Tubaba.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum menjadi juara, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah terus berlatih, menjaga sportivitas dan menjadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk meningkatkan kemampuan,” ujar Novriwan.
Novriwan menilai, pembinaan sepak bola harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, Pemkab Tubaba mendorong agar kompetisi usia muda tidak berhenti pada satu gelaran, tetapi dapat terus dikembangkan dengan sistem pembinaan yang semakin baik.
“Dengan pembinaan yang terarah, kompetisi seperti Tubaba Football League U-17 diharapkan mampu menjadi pintu munculnya pemain-pemain muda potensial yang nantinya dapat membawa nama Tubaba pada level yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” harapnya.
Novriwan juga menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembinaan olahraga tidak semata-mata dilihat dari jumlah trofi yang diraih. Lebih dari itu, proses kompetisi harus mampu membentuk karakter anak muda agar memiliki disiplin, kemampuan bekerja sama, mental yang kuat serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Kompetisi seperti ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi bagaimana anak-anak muda belajar disiplin, bekerja sama, menghargai lawan dan terus berusaha meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya Tubaba Football League U-17 Tahun 2026, Pemkab Tubaba berharap gairah sepak bola usia muda semakin tumbuh di seluruh wilayah.
“Kompetisi seperti ini diharapkan menjadi salah satu wadah pembinaan berkelanjutan untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta sepak bola potensial dari Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” pungkasnya.(*)
Editor : Arie








