Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tubaba Capai 49 Persen, Urea dan NPK Dominan

Arie

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, hingga Semester I Tahun 2026 menunjukkan serapan terbesar berasal dari jenis Urea dan NPK Phonska.

Tulang Bawang Barat (Netizenku.com): Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Tubaba, penyaluran pupuk Urea telah mencapai 4.028.746 kilogram atau sekitar 49 persen dari total alokasi. Sementara pupuk NPK Phonska terealisasi 7.505.187 kilogram atau 47 persen.

Kepala Dinas TPHP Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, melalui Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Wilayah Tubaba, Tri Meriyanto, mengatakan ketersediaan pupuk bersubsidi secara umum masih mencukupi kebutuhan petani karena kuota yang diberikan pemerintah telah disesuaikan dengan usulan melalui sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Baca Juga  32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara umum alokasi pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah telah mencukupi kebutuhan komoditas pertanian di Kabupaten Tubaba, karena besaran kuota disesuaikan dengan usulan petani melalui sistem e-RDKK,” ujar Tri Meriyanto, Jumat (24/07/2026).

Kabupaten Tubaba pada Tahun 2026 memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 8.240.319 kilogram Urea, 16.046.119 kilogram NPK Phonska, 30.855 kilogram ZA, dan 2.915.326 kilogram pupuk Organik.

Sementara itu, realisasi pupuk Organik baru mencapai sekitar 9 persen, sedangkan pupuk ZA belum terealisasi hingga Semester I Tahun 2026.

Tri menjelaskan, belum tersalurkannya pupuk ZA bukan disebabkan kendala distribusi di daerah. Hal tersebut terjadi karena pemerintah pusat belum melakukan pengiriman pupuk ZA ke Tubaba, mengingat alokasinya diprioritaskan untuk kebutuhan petani tebu pada Musim Tanam (MT) III.

Baca Juga  Waspada Karhutla! Kekeringan Melanda 9 Kecamatan di Tubaba, 5 Hotspot Terdeteksi

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat terkait jadwal distribusi pupuk ZA. Jika sudah disalurkan, pupuk tersebut akan segera didistribusikan sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dari sembilan kecamatan penerima pupuk bersubsidi, Kecamatan Tumijajar menjadi wilayah dengan alokasi terbesar. Hal ini sejalan dengan posisi Tumijajar sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Tubaba yang membutuhkan pasokan pupuk lebih tinggi.

Untuk realisasi penyaluran, Kecamatan Batu Putih mencatat capaian tertinggi pada pupuk Urea dengan serapan mencapai 70 persen, disusul Pagar Dewa 67 persen, Way Kenanga 60 persen, dan Gunung Agung 58 persen.

Sementara pada pupuk NPK Phonska, Batu Putih juga menjadi wilayah dengan realisasi tertinggi mencapai 58,6 persen, kemudian Pagar Dewa 53,7 persen, Way Kenanga 51 persen, dan Gunung Agung 50,8 persen.

Baca Juga  Pemkab Tubaba Identifikasi Kebutuhan SMP Karya Bhakti untuk Perbaikan Fasilitas Belajar

Tri Meriyanto menambahkan, pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara berjenjang melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama penyuluh pertanian lapangan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pupuk diterima oleh petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK.

Menurutnya, kendala yang masih ditemukan bukan pada ketersediaan stok pupuk, melainkan kemampuan sebagian petani dalam melakukan penebusan saat pupuk tersedia di kios resmi.

“Penyuluh terus mendorong kelompok tani agar membiasakan menabung secara bertahap sehingga ketika musim tanam tiba, petani sudah memiliki kesiapan biaya untuk menebus pupuk,” katanya.(*)

Berita Terkait

Kwarcab Tubaba Buka KMD Angkatan X 2026, 75 Peserta Disiapkan Jadi Pembina Pramuka Berkualitas
Ribuan Warga Tubaba Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Pemkab Tubaba Cari Formula Pembiayaan Siltap Aparatur Tiyuh di Tengah Keterbatasan Fiskal
Pemkab Tubaba Diminta Perketat Penganggaran Belanja Hibah dalam APBD 2027
TP PKK Lampung Canangkan Desa TAPIS di Tubaba, Perkuat Pemberdayaan Keluarga
Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba
Sekda Tubaba Tekankan Ketelitian Belanja Hibah dalam Penyusunan APBD 2027
DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB