Andika Wibawa Dorong Pemkot Bandar Lampung Bangun Sumur Bor untuk Atasi Krisis Air Bersih

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bandar Lampung, Andika Wibawa, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang mulai meluas akibat musim kemarau. Salah satu langkah yang diusulkannya adalah pembangunan sumur bor di wilayah-wilayah yang rutin mengalami kekeringan.

Lampung (Netizenku.com): Menurut Andika, distribusi air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung merupakan langkah cepat yang patut diapresiasi. Namun, bantuan tersebut hanya bersifat sementara sehingga diperlukan solusi yang lebih permanen.

Berdasarkan data BPBD Kota Bandar Lampung, sebanyak 1.963 warga terdampak kekeringan dan telah menerima bantuan air bersih di sejumlah wilayah, di antaranya Kelurahan Pidada, Way Laga, dan Sukamaju.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk membantu masyarakat memang perlu adanya bantuan dari BPBD. Tetapi BPBD juga tidak bisa terus-menerus membantu daerah tersebut. Artinya, kita harus mencari solusi terbaik,” kata Andika, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga  Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Ia mengusulkan agar Pemkot Bandar Lampung membangun sumur bor di kawasan yang setiap tahun mengalami krisis air bersih. Menurutnya, satu sumur bor dapat dimanfaatkan secara bersama oleh masyarakat di satu kelurahan saat pasokan air terganggu.

“Kalau memungkinkan, Pemkot bisa membantu pembuatan sumur bor. Misalnya, satu sumur bor untuk satu kelurahan yang memang sering terdampak kekeringan. Ketika musim kemarau datang, sumur tersebut bisa dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.

Andika mengakui pembangunan sumur bor membutuhkan anggaran yang cukup besar, terutama apabila pengeboran harus dilakukan hingga mencapai sumber air tanah yang lebih dalam. Karena itu, ia meminta pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rentan mengalami kekeringan.

“Biaya membuat sumur bor memang cukup besar, apalagi jika pengeborannya dalam. Karena itu, minimal daerah yang paling terdampak bisa menjadi prioritas bantuan pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga  Jaga Identitas Daerah, Gubernur Lampung Komit Lestarikan Kebudayaan Lampung

Menurut Andika, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki tidak dapat menjadi solusi jangka panjang karena armada BPBD terbatas dan harus melayani sejumlah wilayah secara bergantian.

“Hari ini BPBD membantu satu lokasi, besok harus berpindah ke tempat lain. Sarana yang dimiliki juga terbatas, termasuk mobil tangki air. Karena itu, harus ada solusi yang lebih permanen,” katanya.

Ia juga menyoroti wilayah pesisir Bandar Lampung yang selama ini lebih rentan mengalami krisis air bersih. Selain ketersediaan air yang terbatas, kualitas air tanah di kawasan tersebut juga dinilai kurang baik.

“Sebagian besar warga masih menggunakan sumur gali yang tidak terlalu dalam. Saat musim kemarau, airnya lebih cepat mengering. Kalau menggunakan sumur bor yang lebih dalam hingga mencapai sumber air tanah, kemungkinan air tidak cepat habis,” ungkapnya.

Selain pembangunan sumur bor, Andika meminta pemerintah mengevaluasi fasilitas pendukung seperti pompa air apabila tidak berfungsi optimal.

Baca Juga  Wagub Jihan Nurlela Dorong Kolaborasi Hexahelix Demi Guru Lampung Adaptif Digital

“Kalau pompa air tidak berjalan, tentu harus dicari penyebabnya. Jangan sampai sudah ada fasilitas, tetapi tidak bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.

Terkait aspirasi masyarakat, Andika mengaku belum menerima banyak keluhan mengenai kekeringan karena jadwal reses belum berlangsung. Meski demikian, ia memperkirakan persoalan krisis air bersih akan menjadi salah satu aspirasi utama warga apabila musim kemarau terus berlanjut.

“Wilayah yang mengalami kekurangan air masih berada di daerah pemilihan kami. Saya yakin kalau musim kemarau terus berlanjut, persoalan ini akan semakin banyak dikeluhkan masyarakat,” katanya.

Ia berharap Pemkot Bandar Lampung terus mengantisipasi potensi meluasnya kekeringan dengan menyiapkan kebijakan yang lebih berkelanjutan.

“Kita dorong Pemkot untuk mencari solusi terbaik, baik melalui pembangunan sumur bor maupun langkah lainnya. Saya yakin Pemkot sudah melakukan antisipasi, tetapi upaya tersebut harus terus diperkuat karena kekeringan berpotensi meluas selama musim kemarau,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Potensi PAP Rp23,6 Miliar Belum Tergarap, Komisi III Minta Bapenda Optimalkan PAD
Komisi III DPRD Lampung Dorong Pemasangan Watermeter untuk Optimalkan Pajak Air Permukaan
Tiga Tahun Pendapatan Meleset dari Target, DPRD Lampung Dorong Bapenda Buat Terobosan
Ribuan Warga Meriahkan HUT ke-344 Bandar Lampung
DPRD Lampung Pangkas Belanja Tak Mendesak, Rapat Hotel hingga ATK Jadi Sorotan APBD 2027
Imelda SH Terpilih Aklamasi Pimpin PUAN Lampung Periode 2025–2030
PKB Lampung Minta Korban Kekerasan Berani Melapor, Pelaku Harus Diberi Efek Jera
DPRD Lampung Tekankan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Utama Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:22 WIB

Bapenda Tubaba Digitalisasi Pajak, Pelaporan PBJT Kini Bisa Mandiri

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pemkab Tubaba Segera Tetapkan 7 Pejabat Hasil Selter. Tahapan Tinggal Menunggu Pertek BKN

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:27 WIB

Sekda Tubaba dan KPK Bahas Perbaikan Layanan Publik, Pemanfaatan Ruang, dan Tindak Lanjut Temuan BPK

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:10 WIB

Tubaba Gandeng Telkom University Bangun Pertanian Cerdas Berbasis AI dan IoT

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:03 WIB

Kadisdikbud Tubaba Dorong Sekolah Perkuat Refleksi Program

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:36 WIB

HUT RI ke-81, Pemkab Tubaba Ajak Masyarakat Ciptakan Suasana Kemerdekaan yang Meriah dan Khidmat Nuansa Merah Putih

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:01 WIB

Busroni Kawal Aspirasi Warga Gading Kencana soal Jalan dan Listrik

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:55 WIB

Pemkab Tubaba Rancang Perlindungan Lingkungan 30 Tahun, Lewat RPPLH Tahun 2026-2056

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Bapenda Tubaba Digitalisasi Pajak, Pelaporan PBJT Kini Bisa Mandiri

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:22 WIB