DPRD Lampung Pangkas Belanja Tak Mendesak, Rapat Hotel hingga ATK Jadi Sorotan APBD 2027

Tauriq Attala Gibran

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Provinsi Lampung memastikan pembahasan Perubahan APBD 2026 dan penyusunan APBD 2027 akan mengedepankan efisiensi anggaran. Belanja yang dinilai tidak mendesak, seperti rapat di hotel, konsumsi kegiatan, hingga pengadaan alat tulis kantor (ATK), akan dievaluasi dan berpotensi dipangkas.

Lampung (Netizenku.com): Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar mengatakan efisiensi diperlukan menyusul kondisi ruang fiskal daerah yang terbatas. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak boleh mengurangi program dan pelayanan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Hal itu disampaikan Giri seusai rapat koordinasi DPRD bersama Pemerintah Provinsi Lampung terkait pembahasan rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fiskal kita terbatas. Karena itu, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam pembahasan APBD Perubahan maupun APBD 2027,” kata Giri.

Menurut Giri, evaluasi terhadap setiap mata anggaran nantinya dilakukan secara teknis oleh masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, DPRD dan Pemprov Lampung telah memiliki komitmen yang sama untuk mengurangi hingga menghapus belanja yang tidak memberikan dampak langsung terhadap pelayanan publik.

Ia menyebut sejumlah pengeluaran, seperti rapat di hotel, konsumsi kegiatan yang tidak mendesak, serta belanja ATK, menjadi bagian yang akan dievaluasi. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengacu pada ketentuan dan surat edaran pemerintah terkait efisiensi belanja daerah.

Baca Juga  DPRD Lampung Sesuaikan APBD Perubahan 2026, Prioritaskan Program Unggulan dan Efisiensi Belanja

“Item-item yang dirasa tidak diperlukan bisa dikurangi. Mudah-mudahan APBD Perubahan dan APBD 2027 menjadi APBD yang lebih berkualitas bagi Provinsi Lampung,” ujarnya.

Giri juga menyinggung arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan akuntabel. Karena itu, setiap pos belanja perlu dikaji kembali agar APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengatakan rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyusunan KUA-PPAS berjalan sesuai regulasi dengan tetap mengedepankan prinsip kepatutan, kewajaran, dan efisiensi.

“Alhamdulillah DPRD juga mengingatkan agar penyusunan APBD benar-benar tepat sasaran, tanpa mengurangi kebutuhan masyarakat yang memang harus dipenuhi,” kata Marindo.

Baca Juga  Kadin Lampung Dorong Gubernur BI Baru Perkuat Sektor Riil dan Pembiayaan UMKM

Menurut Marindo, kondisi ekonomi nasional dan dinamika geopolitik global juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi dalam penyusunan APBD. Pemerintah daerah harus menyiapkan sejumlah skenario apabila kemampuan fiskal mengalami penurunan hingga akhir tahun anggaran.

Karena itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) diminta melakukan pengelolaan arus kas dan manajemen keuangan secara hati-hati agar seluruh kebutuhan prioritas tetap dapat dipenuhi.

Marindo memastikan belanja wajib dan belanja mengikat tetap menjadi prioritas. Di antaranya gaji pegawai, pembayaran listrik, telepon, serta berbagai kewajiban dasar pemerintah lainnya yang harus dipastikan aman hingga akhir tahun anggaran.(*)

Berita Terkait

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara
Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara
DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November
Wagub Jihan Dorong Mahasiswa Jadi Versi Terbaik Diri di Era Digital
Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba
Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija
Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian
Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 11:06 WIB

Kemenag Lampung Tegaskan Tanah 1,72 Hektare di Natar Berstatus Aset Negara

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Senin, 28 September 2026 - 18:31 WIB

DPRD Lampung Kejar Penyelesaian 13 Raperda Sebelum 25 November

Senin, 28 September 2026 - 16:25 WIB

Komisi I DPRD Lampung Dorong Polisi Tingkatkan Pengusutan Kasus Narkoba

Sabtu, 26 September 2026 - 16:44 WIB

Pemprov Lampung Kantongi Rp12,3 Miliar dari Retribusi Pemanfaatan Rumija

Jumat, 25 September 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi Tekan Angka Perceraian

Jumat, 25 September 2026 - 15:50 WIB

Hari Tani Nasional, Harga Singkong Lampung Mulai Menguat

Kamis, 24 September 2026 - 21:26 WIB

Kemah Bhakti Satya Linmas, Gubernur Mirza Dorong Penguatan Peran Satlinmas

Berita Terbaru

Pringsewu

Jambret Tas Berisi Rp1,6 Juta di Gadingrejo Terjatuh Saat Kabur

Senin, 28 Sep 2026 - 19:56 WIB