Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung terus bergerak cepat dalam menekan angka pengangguran. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar pelatihan vokasi di 33 titik yang tersebar di 13 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Lampung (Netizenku.com): Program masif ini bertujuan untuk memperbanyak penyerapan tenaga kerja produktif agar langsung terserap oleh pasar kerja.
Kepala Disnaker Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan realisasi anggaran. Menurutnya, serapan anggaran ini harus berkorelasi langsung dengan penciptaan lapangan kerja di daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan anggaran yang ada benar-benar berdampak pada penyerapan tenaga kerja produktif di Lampung,” ujar Agus Nompitu di Bandarlampung, Sabtu.
Program peningkatan kapasitas ini memanfaatkan dua sumber anggaran, yaitu APBD dan APBN. Untuk program yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Disnaker Lampung memfokuskan kegiatannya pada bidang kejuruan khusus.
“Pelatihan vokasi dari APBD ini ada di 33 titik. Saat ini, fokus utama kami adalah pelatihan pengelasan (welding),” katanya.
Keterampilan pengelasan dipilih karena dinilai memiliki permintaan yang sangat tinggi di sektor industri saat ini.
Sementara itu, program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) diarahkan pada pelatihan berbasis kompetensi. Jenis pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil terupdate di pasar kerja.
Untuk memaksimalkan dana APBN ini, Disnaker Lampung mengoptimalkan peran empat Balai Latihan Kerja (BLK) yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Empat BLK tersebut meliputi, BLK Bandarlampung,BLK Kalianda, BLK Way Abung Lampung Utara, BLK Metro.
“Bentuk kegiatannya berupa pelatihan dengan berbagai kejuruan yang dimiliki oleh masing-masing BLK. Semua didesain agar lulusannya siap kerja dan kompeten,” pungkasnya. (*)








