Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung memastikan keamanan pangan serta ketersediaan stok bahan pokok di Provinsi Lampung dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri.
Lampung (Netizenku.com): Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengawasan keamanan pangan dengan turun langsung ke pasar tradisional maupun pasar modern. Pengujian dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling milik Badan Pangan Nasional.
Menurutnya, sejumlah pangan segar asal tumbuhan dan produk perikanan menjadi sampel pemeriksaan, seperti bawang merah, bawang putih, dan ikan asin. Pengujian meliputi uji formalin serta residu pestisida.
“Dari hasil pengawasan di sejumlah pasar, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil di bawah ambang batas yang ditetapkan. Tidak ada temuan yang membahayakan masyarakat dari sisi keamanan pangan,” ujar Elvira pada Kamis (5/2/2026).
Selain pengawasan, Dinas KPTPH juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli produk pangan, terutama di tengah peningkatan konsumsi menjelang Lebaran. Masyarakat diminta memperhatikan komposisi, kandungan gizi, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa produk.
Elvira menegaskan, peningkatan aktivitas belanja sering kali membuat konsumen kurang cermat dalam memeriksa kualitas dan masa berlaku produk.
Terkait ketersediaan stok, Dinas KPTPH memastikan bahan pokok dalam kondisi mencukupi. Hal itu tercermin dari harga yang relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan signifikan.
Sempat terjadi kenaikan harga cabai rawit merah, namun kini berangsur turun seiring tambahan pasokan dari hasil panen dalam daerah maupun kiriman dari luar daerah.
“Stok seluruh kebutuhan pangan pokok bisa terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan,” tegasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga Lebaran, Dinas KPTPH terus melakukan monitoring di sentra-sentra produksi, khususnya komoditas hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan sayur-sayuran yang permintaannya meningkat.
Sementara untuk komoditas yang surplus seperti beras, daging, ayam, dan telur, pemerintah meminta produsen memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat Lampung sebelum mengirim pasokan ke luar daerah. Adapun untuk komoditas yang belum surplus, seperti cabai rawit merah dan bawang merah, pemerintah berkoordinasi dengan pedagang besar guna mendatangkan tambahan pasokan dari luar daerah. (*)








