AMP Pertanyakan Tunggakan Gaji Aparatur Desa Pesawaran 2021

Leni Marlina

Kamis, 12 September 2024 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Aliansi Masyarakat Pesawaran (AMP) pertanyakan anggaran untuk dua bulan gaji aparatur desa pada November-Desember di tahun 2021 yang hingga saat ini masih belum juga dibayar oleh pemerintah setempat. Ada apa? Dikemanakan anggaran itu? Miris nasib jadi perangkat desa tanggung jawab pekerjaannya berat, tapi gajinya selalu tersandera.

“Iya, tadi banyak aparat desa datang ke kantor aliansi ini yang berkeluh kesah, sangat miris sekali, gaji aparatur desa di Pesawaran yang bersumber dari APBD Kabupaten ini tertunggak 2 bulan di tahun 2021 dan sampai saat ini tahun 2024 belum dibayar,” sesal ketua AMP Syahfrudin Tanjung.

Tanjung mengatakan, terkait tertunggaknya gaji aparatur desa selama dua bulan di tahun 2021 yang belum terbayarkan tersebut, sudah terjadi cukup lama. Namun pemerintah hingga saat ini tak kunjung memberikan solusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gaji yang selama 2 bulan belum dibayar.Itu seharusnya di tahun 2021 genap 12 bulan, tapi faktanya hanya di bayar 10 bulan. Setelah kita hitung tunggakan Pemerintah Kabupaten Pesawaran mencapai 11 miliar lebih,” kata Tanjung.

Tanjung mengungkapkan, permasalahan yang terjadi tersebut sebenarnya sudah sangat panjang, Alokasi Dana Desa (ADD) ini diambil dari APBD, setiap Tahun dianggarkan 12 bulan, di Tahun 2021 dianggarkan 12 bulan, tapi yang terbayar hanya 10 Bulan, kemudian ditahun 2022 dibayar 12 bulan, tapi yang 2 bulan untuk membayar yang tertunda kemarin. Seakan bayar hutang di tahun 2021, begitupun di tahun 2023 sama saja, di bayar 12 bulan, tapi yang diterima hanya 10 bulan, begitu seterusnya sampai sekarang.

“Sebenernya duit 2 bulan ini kemana, sudah dianggarkan, tapi belum di bayar, dan nilainya sangat fantastis luar biasa, karena semua gaji Kepala desa sampai ke BPD sudah kita kalkulasi, jumlah desa, jumlah kaur, rt/rw yang 2 bulan tertunggak di tahun 2021 sampai sekarang dananya nggak jelas, karena nggak ada yang namanya bayar tunda atau tunda bayar, setiap tahun pasti dianggarkan 12 bulan, dan 12 bulan ini harusnya lunas, gak ada yang tertunggak karna sudah dianggarkan,” ungkap Tanjung.

Baca Juga  Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga

Berdasarkan hitungan, lanjut Tanjung, tercatat jika di kalkulasikan seluruh Desa di Kabupaten Pesawaran ini Pemda Pesawaran menunggak 1 miliar lebih, yang pertama gaji Kepala Desa yang tertunggak selama 2 bulan dikalikan 144 Desa totalnya Rp.1.080.000.000, kemudian Sekretaris Desa Rp.820.800.000, Kaur dan Kasi Rp715.200.000, Kepala Dusun Rp3.583.400.000, RT Rp1.197.000.000, dan BPD Rp799.200.000 jadi totalnya senilai, Rp11.195.600.000.

“Kemana uangnya ini, kita berharap pemerintah segera membayar gaji perangkat desa yang tertunggak tersebut. Tapi saya yakin di tahun 2024 ini pemerintah daerah tidak akan sanggup membayar tunggakan yang dimaksud,” ucap Tanjung.

Baca Juga  Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB

Sementara itu sebelumnya pernah dijelaskan, Eko Kepala Bidang Perencanaan, Keuangan dan Aset Desa PMD Pesawaran terkait gaji dua bulan untuk November-Desember di tahun 2021 yang belum terbayarkan tersebut terjadi lantaran adanya pemotongan anggaran saat terjadinya Covid-19, sehingga harus terhutang sampai dua bulan pembayaran Siltap.

“Diawali saat terjadinya Covid-19 dua tahun lalu, sehingga sampai saat ini harus menutupi dua bulan Siltap berjumlah Rp12 miliar, yang terhutang saat itu, atas pemotongan anggaran, tapi PMD dalam hal ini tetap mengajukan anggaran untuk hak aparatur desa yang tertunda, namun kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang devisit, sehingga realisasinya diundur lagi,” jelas Eko. (Soheh)

Berita Terkait

Warga Bernung Keluhkan Bau Limbah Dapur MBG Dekat Permukiman dan Musala
Pemkab Pesawaran Gelar FGD Penyusunan ADEM
Tekan Stunting, Pemkab Pesawaran Sosialisasikan Perencanaan Keluarga
Rakor Kades, Bupati Pesawaran Tekankan Respons Cepat dan Optimalisasi PBB
Ground Breaking Jalan Pesisir Pesawaran Dimulai, Akses Wisata Ditargetkan Lebih Lancar
BPS Pesawaran Canangkan Desa Cantik 2026
Bimtek Posyandu di Pesawaran, Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup III IPSI Pesawaran Resmi Ditutup

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:22 WIB

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:05 WIB

Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:22 WIB

Lampung Jadi Pilot Project Bioetanol Nasional, Siap Pasok 10 Persen Kebutuhan E10 Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:36 WIB

Kisruh Verifikasi Domisili SPMB Lampung 2026, Ribuan Calon Siswa Terancam Gagal Masuk SMAN

Senin, 8 Juni 2026 - 22:55 WIB

Nasib Eks Pekerja BUMD Lampung, 3 Tahun Menanti Pesangon Meski Menang di Pengadilan

Senin, 8 Juni 2026 - 19:35 WIB

Jihan Nurlela Ajak Peserta PKN II Sumsel Gali Inovasi di Lampung

Senin, 8 Juni 2026 - 18:03 WIB

Kawal Aspirasi Warga, DPRD Lampung Teruskan Hasil Diskusi BPN Terkait Waydadi ke Pemprov

Senin, 8 Juni 2026 - 15:14 WIB

Hadiri Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri, Jihan Ajak Lulusan Kembali Bangun Daerah Asal

Berita Terbaru

Lampung

DPRD Lampung, Koperasi Merah Putih Harus Berpihak ke Petani

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:22 WIB