Pernyataan Direktur RS MHH Lamteng Dinilai Kaburkan Fakta

Luki Pratama

Senin, 1 Juli 2024 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikadin bantah pernyataan RS MMH Lamteng. (Foto: kiriman Sarhani)

Ikadin bantah pernyataan RS MMH Lamteng. (Foto: kiriman Sarhani)

Ikatan Pengabdian Hukum Indonesia (IKABH) Provinsi Lampung membantah pernyatan Direktur Rumah Sakit Mitra Mulia Husada (RS MMH) Lampung Tengah (Lamteng).

Bandarlampung (Netizenku.com): KEPALA Operasional IKABH , Meydi M. Putra mengungkapkan Direktur RS MMH berupaya mengaburkan fakta yang terjadi.

“Pernyataan Direktur RS. MMH ihwal kondisi oksigen yang digunakan istri klien kami sudah sesuai SOP tidaklah berdasar dan ditujukan untuk mengaburkan fakta. Yang sesungguhnya terjadi adalah tenaga kesehatan RS MMH tidak menerapkan standar profesi perawat sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang Standar Profesi Perawat,” ujar Meydi melalui pernyataan persnya, Senin (1/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Meydi, perawat seharusnya memprioritaskan kepentingan klien dalam pemberian layanan kesehatan serta menunjukkan sikap empati dan kepedulian, sebagaimana diatur dalam Kemenkes Nomor HK.01.07/MENKES/425/2020 tentang Standar Profesi Perawat.

Baca Juga  Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara

“Alih-alih memprioritaskan dan menunjukkan rasa empati, tenaga kesehatan RS MMH justru tidak mempedulikan peringatan dari keluarga klien kami mengenai isi tabung oksigen yang digunakan istri klien kami. Tidak adanya tabung oksigen cadangan menyebabkan istri klien kami kehabisan oksigen dan meninggal dunia,” tambah Meydi.

Jika tabung oksigen yang digunakan istri kliennya sudah sesuai SOP, seharusnya tabung tersebut tidak habis setelah dilakukan CT-Scan di RS. YMC Lampung Tengah.

“Kalau sesuai SOP, tabung oksigen itu harusnya cukup untuk membawa istri klien kami ke RS YMC dan kembali lagi ke RS MMH. Namun nyatanya, tabung oksigen habis saat istri klien kami keluar dari ruangan CT-Scan, dan itu disaksikan oleh keluarga klien kami, sopir ambulans, dan tenaga kesehatan RS. YMC. Apakah tindakan demikian dapat dikatakan sesuai SOP? Pernyataan tersebut tidak berdasar sama sekali,” lanjutnya.

Baca Juga  Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina

Selain itu, pernyataan Direktur RS MMH menyoal istri klien kami meninggal dunia karena pemburukan kondisi dan tidak ada kaitannya dengan tabung oksigen justru bertentangan dengan fakta.

“Klien kami menerima surat undangan mediasi tertanggal 12 April 2024 dari RS MMH untuk membahas kejadian ini. Jika tindakan yang dilakukan sudah sesuai SOP dan klien kami dianggap meninggal dunia dalam keadaan wajar, tidak perlu ada mediasi. Permohonan maaf dan undangan mediasi justru membantah pernyataan Direktur RS MMH,” papar Meydi.

Klien IKABH juga telah membuat laporan kepolisian untuk membuktikan dugaan kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan RS MMH yang menyebabkan meninggalnya istri klien mereka.

Baca Juga  Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla

Laporan tersebut telah disampaikan ke Polres Lampung Tengah dengan nomor: LP:B/117/V/2024/SPKT/POLRES LAMTENG/POLDA LAMPUNG pada tanggal 7 Mei 2024, lengkap dengan bukti-bukti pendukung.

Selain itu, klien IKABH juga telah mengajukan surat pengaduan dan permohonan audiensi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung untuk mengawasi dan mengevaluasi pelayanan kesehatan di RS. MMH Lampung Tengah.

Meydi menegaskan masalah yang menimpa istri kliennya mungkin juga dialami oleh pengguna layanan kesehatan lainnya di RS. MMH.

“Ini seperti fenomena gunung es, di mana hanya sebagian kecil masalah yang terlihat di permukaan. Kemungkinan besar, hal-hal yang terjadi pada klien kami juga dialami oleh pengguna layanan kesehatan lain di RS. MMH, berdasarkan penelusuran kami yang menemukan beberapa masalah melalui media massa,” tutupnya. (Luki) 

Berita Terkait

Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi
Abu Vulkanik Krakatau Ancam Siswa, Syukron Desak Sekolah Libur Sementara
Seminar Al-Aqsha di Lampung Dorong Generasi Muda Temukan Peran Nyata untuk Palestina
Perubahan KUA-PPAS 2026 Pringsewu Disepakati, Belanja Daerah Naik Jadi Rp1,195 Triliun
Gubernur Lampung Perkuat Operasi Terpadu Tangani Karhutla
Tubaba Nihil PHK Semester I 2026, Disnakertrans Siapkan Tim Monitoring ke Perusahaan
BPBD Padamkan Kebakaran TPA Bakung Teluk Betung Barat
32 Pramuka Tubaba Siap Bawa Nama Daerah ke Jambore Nasional XII 2026

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:52 WIB

RSUDAM Lampung Pertama Kali Lakukan Tindakan Neurointervensi DSA

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Berita Terbaru