Pekan Raya Lampung Genjot Perekonomian Lewat Transaksi Digital

Redaksi

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Pekan Raya Lampung (PRL) saat ini sedang berlangsung dan resmi dibuka oleh Gubernur Arinal Djunaidi, di PKOR Wayhalim, Jumat (6/10/2023) malam.

Event tersebut akan berlangsung hingga dua pekan kedepan, hal ini diharapkan akan menggenjot perekonomian Lampung, mulai dari kalangan usaha dan bisnis, khususnya UMKM, juga sebagai media meningkatkan kualitas produk, terutama produk unggulan di daerah.

Nilai transaksi yang diharapkan dari event ini tentunya meningkat dari tahun sebelummya, yakni 2022 pada awal bangkitnya perekonomian ditengah gencatan pandemi Covid-19. Jika pada tahun lalu dalam event sejenis yakni Lampung Fair 2022 hanya 20 miliar saja dalam rentang waktu yang sama. Tahun ini diharapkan lebih menggeliat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini bukan tak beralasan, transaksi saat ini sudah semakin mudah tidak hanya cash tetapi juga secara digital. Terlebih Bank Indonesia (BI) terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran nasional. Digitalisasi itu didorong untuk meningkatkan efisiensi transaksi ekonomi dan keuangan, menjaga momentum pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, dan memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital (EKD) nasional.

Mulai dari perluasan transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), termasuk dengan implementasi kerja sama QR Indonesia-Malaysia. Sudah ada 5 negara ASEAN dan terakhir dengan Korea Selatan.

Upaya lainnya adalah penguatan stabilitas sistem, perluasan fitur, dan akseptasi BI-FAST, serta pengimplementasian Kartu Kredit Pemerintah (KKP) domestik fisik berkoordinasi dengan pemerintah dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Baca Juga  Jihan Nurlela Serahkan 130 Paket Sembako untuk Siswa Difabel

Dikutip dari media online, Kepala Bank Indonesia Institut Yoga Affandi mengatakan bahwa pertumbuhan digitalisasi pembayaran di Provinsi Lampung menjadi yang terbesar kedua di Sumatera.

“Digitalisasi dalam sistem pembayaran untuk Lampung adalah yang terbaik kedua di Sumatera setelah Kepulauan Riau, sedangkan secara nasional masuk peringkat ke-9,” ujar Yoga Affandi di Bandarlampung dalam kegiatan Capacity Building On ASEAN Issues di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan pertumbuhan sistem pembayaran di Lampung yang cukup tinggi tersebut terlihat dari jumlah merchant, volume, nominal transaksi di berbagai pusat ekonomi.

“Pada program 45 juta pengguna dan 1 miliar volume transaksi QRIS 2023, jumlah pengguna mencapai 22,16 persen dan merchant QRIS Lampung meningkat 73 persen dari target yang ditentukan,” katanya.

Dia menjelaskan tidak hanya itu dari sisi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah Provinsi Lampung telah mencapai 100 persen dari target tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD).

Selanjutnya indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) Provinsi Lampung mampu mencapai indeks signifikan sebesar 96,5 persen.

“Meski begitu ini tetap harus ditingkatkan kembali, sehingga hari ini kami meminta masukan dari pemangku kepentingan terkait. Sebab kolaborasi, sinergi dengan semua pihak yang ada di daerah ini menjadi kata kunci utama agar kita bisa efektif menjangkau semua pihak yang ingin dijangkau terutama di luar kota,” ucapnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Putuskan Bangun Ulang Jembatan Way Bungur

Ia melanjutkan ada tiga hal yang dapat terus dilakukan untuk mendukung percepatan digitalisasi daerah yaitu mendorong perluasan kanal pembayaran digital dalam transaksi pemerintah daerah, melakukan digitalisasi bantuan sosial (bansos) dan transportasi. Termasuk meningkatkan transaksi non-tunai melalui QRIS dan teller untuk pembayaran pajak serta retribusi daerah.

Lalu penerbitan regulasi untuk mendukung digitalisasi pembayaran terintegrasi antarmoda transportasi, dan yang terakhir adalah peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia, memberi pemahaman masyarakat melalui sosialisasi oleh pemerintah daerah serta penguatan implementasi peta jalan TP2DD.

“Ketika pandemi Covid-19 terjadi transaksi digital mengalami peningkatan, ini menunjukkan bahwa ekonomi kita luar biasa. Dan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah adanya ekonomi baru melalui digital ini yang bisa menyentuh semuanya termasuk sektor UMKM dan industri menengah hingga kecil. Jadi cita-cita kita membangun ekonomi inklusif yang merata, yang bertumpu pada ekonomi daerah itu akan tercapai dengan digitalisasi ini,” jelasnya.

Diketahui acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan pengunjung yang antusias menyaksikan event yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung itu.

Pembukaan ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh gubernur dan akan berlangsung 15 belas hari ke depan. Tema yang diangkat adalah Digitalisasi Perekonomian Menuju Lampung Berjaya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Bahas Capaian IKK untuk Penyusunan LPPD 2025

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa Tema PRL ini sangat relevan dengan perubahan, terutama mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berbisnis.

“Kita tidak boleh lagi tertinggal dengan Provinsi lain, dan kita harus lebih maju, karena karunia tuhan ada di Provinsi Lampung, dimana sumber daya alamnya sangat menjanjikan,” ujar Arinal.

Pekan Raya Lampung merupakan ajang pameran untuk menyebarluaskan informasi, promosi, dan publikasi.

“Oleh karenanya, saya sangat berharap agar bisa memberikan potret kemajuan provinsi, potret potensi tentang Lampung baik di sektor pertanian, pariwisata maupun lainnya,” jelas Arinal.

Gubernur menilai orientasi bisnis dalam even ini jalan terus, tapi tanggungjawab membangun Lampung tidak boleh tertinggal.

Sementara itu, Sekretaris DPP Apindo Lampung Yanuar Irawan, menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas kepercayaannya kepada Apindo Lampung dalam rangka penyelenggaraan Pekan Raya Lampung di tahun 2023 ini.

“Ada yang baru pada PRL tahun ini, yaitu mengadakan jobfair yang diikuti oleh 31 perusahaan yang kita tempatkan di Gedung Sumpah Pemuda, dengan target sekitar 15.000 pelamar hingga akhir pekan raya Lampung,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada Pekan Raya Lampung 2023, jelas Yanuar, terdapat 800 stan diikuti pengusaha-pengusaha tingkat nasional dan diprioritaskan untuk UMKM dan pedagang kaki lima. (Leni)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026
IJP Lampung Jajaki Kolaborasi Promosi Wisata dengan Dinas Pariwisata
Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas
BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung
BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK
Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran
Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah
Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:56 WIB

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Kamis, 2 April 2026 - 19:04 WIB

Ketua DPRD dan Gubernur Lampung Hadiri Entry Meeting BPK, Tegaskan Komitmen Akuntabilitas

Kamis, 2 April 2026 - 12:24 WIB

BPBD Lampung Siapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Bandarlampung

Rabu, 1 April 2026 - 21:22 WIB

BMBK Lampung Tindaklanjuti Rekomendasi Pansus LHP BPK

Rabu, 1 April 2026 - 12:50 WIB

Sekdaprov Lampung Paparkan Strategi Tekan Pengangguran

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:03 WIB

Disnakeswan Lampung Raih Peringkat 2 Kematangan Perangkat Daerah

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:59 WIB

Ketua DPRD Lampung, Ajak Perkuat Gotong Royong di HUT ke-62 Lampung

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:50 WIB

Lampung Usia 62, Pemprov Lampung Tegaskan Arah Pembangunan Berdaya Saing

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Mulai Perbaikan Jalan Prioritas 2026

Jumat, 3 Apr 2026 - 20:56 WIB

Pesawaran

Gandeng BPDLH, Pemkab Pesawaran Perkuat Pembiayaan Petani

Kamis, 2 Apr 2026 - 19:31 WIB