dr Aditya: vaksinasi harus lebih agresif!

Redaksi

Selasa, 14 Desember 2021 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung dr Aditya M Biomed mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mal Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung, Jumat (15/1). Foto: Netizenku.com

Ketua IDI Cabang Kota Bandarlampung dr Aditya M Biomed mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mal Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandarlampung, Jumat (15/1). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Anggota Dewan Pembina IDI Cabang Kota Bandarlampung, dr Aditya M.Biomed, mengimbau pemerintah daerah lebih agresif melakukan vaksinasi Covid-19.

“Harus lebih agresif karena kita ternyata dosis pertama masih 80% lebih dan dosis kedua di bawah itu. Belum sesuai target, padahal ini sudah Desember,” ujar dia ketika dihubungi, Selasa (14/12).

Data Kemenkes RI, vaksinasi Covid-19 di Bandarlampung per tanggal 14 Desember 2021 pukul 12.00 Wib, untuk dosis pertama 84,96% dan dosis kedua 67,71%. Sementara vaksinasi lansia dosis pertama 54,57% dan dosis kedua 44,84%. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi kita berpacu (dengan mutasi),” kata dia.

Baca Juga: Eva Dwiana Kejar Target Vaksinasi Hingga Akhir 2021 

dr Aditya berharap pemerintah daerah tidak terlalu memusingkan virus corona yang bermutasi karena munculnya varian baru Covid-19 seperti Omicron adalah hal yang sulit dicegah.

“Mutasi itu kan upaya virus agar tetap hidup, harusnya kita lebih prepare untuk yang bagian kitanya, hostnya (inang virus). Itu lebih mudah dilaksanakan, termasuk vaksinasi,” ujar dia.

Baca Juga: Lingkungan & Imun Pengaruhi Mutasi Virus Corona 

Kepala UTD PMI Lampung ini juga mendorong pemerintah daerah agar memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi masyarakat umum dengan tetap memperhatikan ketersediaan vaksin.

Menurut dr Aditya, vaksinasi dosis ketiga merupakan peluang karena hingga saat ini belum ada guideline yang fix dalam menangani Covid-19.

“Memilih yang lebih kecil risikonya, biaya dan akibatnya, saya pikir vaksin dosis ketiga harusnya menjadi pilihan pemerintah,” kata dia.

Dia menuturkan dampak dari vaksinasi Covid-19 dosis ketiga yang dialaminya bersama tenaga kesehatan lainnya, yakni mampu meningkatkan titer antibodi dalam tubuh.

“Kita divaksinasi dengan platform yang berbeda, dua kali Sinovac, kemudian Moderna yang jenis mRNA. Jauh lebih savety,” tutup dia. (Josua)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:53 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Pesantren

Jumat, 6 Maret 2026 - 00:25 WIB

Mirzani Ajak Warga Lamsel Jaga Persatuan Saat Safari Ramadan

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:06 WIB

KPTPH Lampung Pastikan Stok dan Keamanan Pangan Aman Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:00 WIB

Jihan Nurlela Serahkan 130 Paket Sembako untuk Siswa Difabel

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:55 WIB

Safari Ramadhan di Lampung Timur, Wagub Jihan Tinjau Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:26 WIB

Pemkab Tulang Bawang Ajukan Pinjaman Rp43 Miliar, DPRD Lampung Optimistis Bank Lampung Mampu

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:31 WIB

PLN Nyalakan Harapan 34 Keluarga Pra Sejahtera di Lampung

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:25 WIB

Negosiasi Mentok, OpenAI Digugat Asosiasi Media Denmark

Berita Terbaru

Lampung

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Pesantren

Jumat, 6 Mar 2026 - 23:53 WIB