Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandarlampung mengadakan follow up latihan kader II dan uprgrading instruktur, diselenggarakan di sekertariat HMI Cabang Bandarlampung Jl Jenderal Sudirman 47 Pahoman, Jumat (6/3).
Acara tersebut dihadiri para alumni BPL, sekertaris umum cabang, ketua umum, ketua umum komisariat cabang Bandarlampung, serta kader aktif.
Ketua Umum BPL HMI Cabang Bandarlampung, Romis Maulana mengucapkan terimakasih kepada alumni BPL, pengurus cabang, tamu undangan dan juga kader aktif HMI cabang Bandarlampung yang turut hadir menyukseskan acara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Acara ini ialah untuk menindaklanjuti rekayasa proses pasca kader-kader yang sudah mengikuti LK II maupun traning SC dalam peningkatan kualitas kader HMI yang nantinya goals dari acara ini ialah bagi kader yang sudah LK II mampu mempunyai ghirah untuk melanjutkan jenjang training formal maupun non formal dan progja ini merupakan buah pemikiran yang dikembangkan oleh BPL HMI Cabang Bandarlampung sesuai yang tertuang di dalam pedoman perkaderan,\” ujarnya.
Dilanjutkannya, acara tersebut merupakan pengembangan langkah konkret dalam menjabarkan apa yang dimaksudkan apa itu upgrading dam follow up yang tertera di dalam pedoman perkaderan.
Setelah kegiatan tersebut dilanjutkan dengan acara stadium general yang isi oleh mantan Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung, Ganjar Jationo dan juga pencetus terbentuknya BPL pertama kali di HMI seluruh cabang di Indonesia.
Ganjar selaku mantan ketua umum HMI Cabang Bandarlampung periode 1995-1996 sangat antusias dengan terselenggaranya acara follow up LK II dan upgrading instruktur. Sehingga kader-kader HMI Cabang Bandarlampung yang sudah mengikuti jenjang pentrainingan LK II, mampu menganalisis dan mengurai ilmu yang didapat. Sehingga disiplin ilmu kader dapat diimplementasikan, baik untuk sesama, masyarakat, dan mampu bersumbangsih dalam memetakan peradaban sesuai keilmuannya masing-masing.
Ganjar pun berpesan kepada kader se-Cabang Bandarlampung mampu meretas sekat-sekat komisariat. Sehingga perbedaan keilmuan masing-masing dapat berkesinambungan antar kader.
\”Agar kader mampu konsisten dalam melaksanakan kegiatan yang diselenggarakan ini, sehingga ego keilmuan antar kader komisariat melahirkan kader yang berkualitas dan menganalisis disiplin ilmu selalu terjaga dan ditularkan. Tidak ada realitas sosial ilmu jika tidak saling mempelajari semua ilmu, karena ilmu yang kita pelajari saling berkaitan,\” tutupnya. (Wld/len)








